GUBENG-Pemkot Surabaya tengah menyiapkan proyek strategis nasional. Yaitu, pembangunan underpass pengurai kemacetan di simpang Bundaran Taman Pelangi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, proyek itu sudah disepakati oleh pusat. Saat ini pemkot terus menuntaskan pekerjaan rumahnya. Yakni, pembebasan lahan dan pemindahan saluran.
"Nanti fisiknya dikerjakan pusat, kita tugasnya menyelesaikan dua ini," ujar Cak Eri, Senin (4/3).
Dua tugas tersebut dikerjakan tahun ini. Pemkot harus menyelesaikan itu tepat waktu. Pasalnya, pengerjaan fisik underpass dimulai tahun depan. "Tahun depannya (pengerjaan, Red)," ungkap Cak Eri.
Menurut dia, perencanaan proyek itu perlu upaya matang. Sehingga, pemkot mengubah saluran di kawasan tersebut. Sebab, Cak Eri memastikan, pemerintah pusat berencana membangun underpass, bukan overpass.
"Jadi, ini tidak satu tahun, karena kita mengubah saluran dulu. Karena tidak di atas tapi di bawah. Jadi, target pembebasan lahan dan menggeser saluran tahun ini, baru ngerong underpass," bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan, pembangunan proyek pengurai kemacetan bundaran Taman Pelangi menjadi program prioritas yang diusulkan pemkot ke pemerintah pusat.
"Termasuk Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Itu semua menjadi program prioritas yang kita usulkan ke pemerintah pusat," kata Irvan.
Irvan menyebutkan, pemkot telah menganggarkan Rp 80 miliar untuk pembebasan lahan pembangunan Underpass Taman Pelangi. Anggaran tersebut berasal dari APBD Kota Surabaya tahun 2024. Targetnya ada 22 rumah.
"Untuk APBD (2024) kita selesaikan tahun ini untuk pembebasan 22 rumah. Kemudian untuk supporting atau penunjang, kita kerjakan dulu melalui APBD, termasuk ruang terbuka hijau, sambil menunggu dari pemerintah pusat," ucapnya.
Selain itu, Irvan mengungkapkan, pemkot berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Upaya itu terkait sejumlah proyek strategis lain yang bisa dibiayai oleh pemerintah pusat.
Pihaknya berharap, pembangunan underpass untuk pengurai kemacetan tidak hanya dilakukan di bundaran Taman Pelangi, tetapi juga simpang Margorejo dan Wonokromo.
"Karena tiga titik ini satu kesatuan. Jadi, fokus pada penyelesaian perlintasan tidak sebidang, karena ada rel kereta api di situ, baik di Wonokromo, Margorejo, maupun Dolog (Taman Pelangi, Red). Sehingga kita berharap bahwa tiga simpang itu bisa terselesaikan," pungkasnya. (hil/rek)
Editor : Lambertus Hurek