RADAR SURABAYA - Ledakan terjadi di kantor Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Jalan Gresik, Kelurahan Morokrembangan, Krembangan Surabaya, Senin (4/3) pukul 10.19 WIB.
Ledakan menyebabkan bangunan dan satu mobil rusak.
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 WIB.
Irjen Pol Imam Sugianto melihat langsung lokasi ledakan di dalam markas Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim.
Ia menyampaikan, dugaan sementara ledakan low eksplosif ini terjadi di gudang penyimpanan bahan kimia yang digunakan untuk meledakkan temuan bahan peledak.
"Ledakan ini diduga akibat reaksi kimia dari bahan black powder seberat satu kilogram. Ini sebagai detonatornya," ungkapnya.
Bahan kimia ini berada di gudang yang juga terdapat beberapa bahan peledak yang diamankan.
Baik dari polsek maupun polres seperti bom ikan, bondet dan lainnya.
Dugaan sementara terjadi reaksi kimia sehingga bahan kimia yang terdiri dari florid dan sulfur ini bereaksi.
Reaksi ini diduga akibat paparan sinar matahari yang masuk ke dalam gudang dan menjadi pemicu hingga menyebabkan ledakan beberapa bahan peledak yang hendak didisposal di gudang tersebut.
Gudang penyimpanan ini merupakan rumah yang sudah dibangun sejak 1951.
Bangunan rumah ini kemudian direnovasi bagian belakangnya untuk gudang penyimpanan tersebut.
"Penyimpanan sudah sesuai SOP. Kami akan evaluasi lagi untuk bangunannya. Jika memang ada yang lebih baik akan kami pindah," katanya.
Ia memastikan jika ledakan yang ditimbulkan tergolong low explosive karena saat ledakan ada asap putih yang membumbung di lokasi.
"Banyak saksi yang melihat asap putih ini. Radius ledakan sekitar 20 meter. Beberapa bangunan terdampak baik kantor kecamatan maupun kodim. Kami akan data dulu yang terdampak dan akan segera kami perbaiki," tuturnya.
Imam mengungkapkan, untuk korban luka dipastikan ada 10 anggota.
Anggota ini saat kejadian sedang melakukan latihan oah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca ledakan.
Saat itu, ada 15 anggota sedang latihan di ruang kontainer data center.
"Kemungkinan saat ledakan, pecahan kaca masuk dan mengenai anggota. Saat ini 10 anggota sedang dirawat di RS Bhayangkara. Sementara lima orang tidak mengalami luka. Kami pastikan juga tidak ada korban meninggal dunia," ungkapnya. (gun/opi)
Editor : Nofilawati Anisa