RADAR SURABAYA - Beberapa bangunan terimbas ledakan yang terjadi di markas Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim di Jalan Gresik, Surabaya, Senin (4/3).
Bangunan yang terimbas rata-rata pada kaca.
Kaca ini pecah karena letak bangunan yang tak jauh dari markas yang sekaligus menjadi tempat terjadinya ledakan.
Bahkan ledakan ini berimbas pada kaca di sejumlah ruang di Kecamatan Krembangan dan Kodim 0830 Surabaya Utara.
Staf pengurus barang Kecamatan Krembangan, Saman mengungkapkan, tidak hanya kaca yang rusak akibat ledakan tersebut.
Ia mencatat ada 10 lampu rusak, enam atap retak, dua atap pecah atau ambrol, satu kaca pecah, satu pintu lepas.
"Ledakannya keras, saya tidak tahu apa yang meledak," katanya.
Sementara itu, Ari salah satu saksi warga sekitar mengaku mengetahui ada beberapa kaca di markas Kodim ikut terimbas.
"Ada kaca yang pecah di kantor kecamatan dan di Kodim," tuturnya.
Ari yang tinggal di seberang markas Brimob mengaku, ledakan pertama kali sangat keras.
Pada pukul 10.19 WIB, ia hendak menjemput istrinya.
Kemudian ia mendengar ledakan yang cukup keras.
Ia kemudian keluar mencari sumber ledakan.
"Saya kira ban truk. Ledakan biasanya dari ban truk, sudah biasa disini tapi ini tadi lebih keras," tuturnya.
Ari mengaku, mendengar dua kali ledakan yang sama kerasnya dari lokasi markas tersebut.
Kemudian jalan disterilkan dan ia memilih masuk rumah.
"Saya tidak tahu pasti dari sisi mana ledakan itu. Terdengar sangat keras dari rumah, tapi tidak sampai ada kerusakan. Saya juga tidak melihat ambulan keluar masuk (markas Brimob, Red)," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di kantor Sub Den Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Jalan Gresik, Kelurahan Morokrembangan, Krembangan Surabaya, Senin (4/3) pukul 10.19 WIB.
Akibat ledakan, menyebabkan sejumlah bangunan dan satu mobil rusak.
Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, ledakan berasal dari bahan peledak temuan sisa-sisa yang akan diledakkan atau didisposal.
Menurut Imam, kebetulan di Jibom Gegana Polda Jatim belum memiliki gudang yang standar.
"Jadi sisa-sisa bahan peledak itu disimpan di sebelah kantornya Den Gegana. Pagi tadi meledak, alhamdulillah sementara tidak ada korban jiwa, kerugian materil kantor sama satu mobil Dmax berisi perlengkapan untuk meledakan Jibom," ujarnya, Senin (4/3). (gun/rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa