SURABAYA - Operasi Keselamatan Semeru 2024 mulai sejak 2-16 Maret. Operasi yang dilaksanakan satuan lalu lintas kali ini berfokus menekan angka kecelakaan di jalan raya. Satlantas Polrestabes Surabaya mengerahkan 522 personel dengan menitikberatkan pada kegiatan preemtif dan preventif pada masyarakat untuk tertib berlalu lintas.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman mengungkapkan, anggotanya lebih banyak memberikan edukasi pada pengendara akan pentingnya tertib berlalu lintas. "Diharapkan, pengendara roda dua dan empat mematuhi rambu dan tertib berlalu lintas. Jadi, bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan," ungkap AKBP Arif Fazlurrahman, Minggu (3/3).
Ia berharap operasi keselamatan ini mampu menekan kejadian kecelakaan hingga nol alias zero accident. Dari data, selama Januari 2024 ada 13 korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan. Angka ini turun pada Februari menjadi delapan orang yang meninggal dunia.
"Ini berkat bantuan seluruh pihak. Alhamdulillah, korban tercatat bukan anak di bawah umur," jelas Arif.
Data yang diperoleh Radar Surabaya, kecelakaan yang menyebabkan fatalitas melibatkan korban dengan usia di atas 50 tahun, sementara tersangkanya berusia 30 tahun. Kecelakaan yang menyebabkan fatalitas rata-rata akibat pindah jalur dan mendahului kendaraan lain. "Kami berharap masyarakat lebih tertib dan taat marka jalan saat berkendara," tuturnya.
Selama Februari 2024, kecelakaan di wilayah Surabaya banyak terjadi di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Arif Rahman Hakim. Dua jalan ini menjadi jalur tengkorak di Surabaya.
Sebanyak enam kejadian di Jalan Ahmad Yani dengan satu korban meninggal dunia dan lima mengalami luka ringan. Sementara di Jalan Arif Rahman Hakim, tiga kejadian dan tiga korban meninggal dunia.
"Kami harap pada operasi kali ini bisa ditekan seminimal mungkin. Dua jalur ini kami tetapkan sebagai jalur tengkorak karena rawan kecelakaan," terangnya. (gun/rek)
Editor : Lambertus Hurek