Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ribuan Umat Hindu Ikuti Upacara Melasti di Pesisir Pantai Laut Arafuru, Surabaya, Ini Doa yang Disematkan untuk Bangsa

Rahmat Sudrajat • Minggu, 3 Maret 2024 | 23:47 WIB
JELANG NYEPI: Para umat Hindu membawa pratima dengan berjalan kaki dari Pura Agung Jagat Karana menuju pantai Laut Arafuru.
JELANG NYEPI: Para umat Hindu membawa pratima dengan berjalan kaki dari Pura Agung Jagat Karana menuju pantai Laut Arafuru.

SURABAYA – Menjelang hari raya Nyepi yang akan jatuh tanggal 11 Maret mendatang, ribuan umat Hindu dari Surabaya dan sekitarnya menggelar upacara Melasti di pesisir pantai Laut Arafuru Kompleks Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Minggu (3/3) pagi.

Melasti merupakan rangkaian mengiring Ida Bhatara mesucian sekaligus nunas (meminta) tirta amerta ke pantai.

Kemudian dilanjutkan dengan menghaturkan sembah bhakti untuk memohon pembersihan diri dalam menyambut tahun baru saka 1946.

Di mulai dari Pura Agung Jagat Karana, Surabaya, umat Hindu dengan berpakaian putih berjalan kaki menuju Pantai Arafuru dengan membawa sesaji.

UMAT HINDU: Melasti merupakan rangkaian mengiring Ida Bhatara mesucian sekaligus nunas tirta amerta ke pantai.
UMAT HINDU: Melasti merupakan rangkaian mengiring Ida Bhatara mesucian sekaligus nunas tirta amerta ke pantai.

Mereka membawa kain putih panjang dan mengusung pratima atau benda yang disakralkan di pura untuk disucikan di laut. 

Umat Hindu percaya air merupakan sumber kehidupan dan sesaji yang dibawa sebagai simbol Trimurti, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma.

Menurut Ketua PHDI Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, Melasti tahun ini mempunyai tema Sat cit ananda untuk Indonesia Maju.

Sat cit ananda yang berarti kebahagiaan yang tertinggi. Dengan harapan persatuan untuk seluruh umat. 

"Harapan kita untuk persatuan, terbukti di Surabaya sudah guyub. Ke depan bisa lebih guyub lagi," kaya Ketut.

Upacara Melasti ini diikuti oleh umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan dan Mojokerto.

Kebersamaan mengikuti Melasti di Surabaya sebagai wujud persatuan umat Hindu.

"Semua pura sudah melakukan Melasti bersama seperti dari Gresik, Lamongan Mojokerto," terangnya.

Bahkan sebelum pandemi, lanjut Ketut, jauh lebih banyak yang mengikuti. Mengingat saat ini beberapa pura di sekitar Surabaya sudah melakukan Melasti sendiri. 

Sebelum melakukan persembahyangan umat Hindu melarung hewan seperti ayam hitam, dan bebek.

Tak hanya itu sesaji juga dilarung di laut. Dengan harapan menyeimbangkan alam. Membuang sisi negatif. Mereka juga melakukan tari Mandara Giri.

"Harapnnya kita menyeimbangkan alam. Kita dalam satu tahun ada perbuatan apa. Kita sucikan alam," tuturnya.

PEMBERSIHAN: Ribuan umat Hindu mengikuti upacara Melasti di pesisir pantai Laut Arafuru, Surabaya, Minggu (3/3).
PEMBERSIHAN: Ribuan umat Hindu mengikuti upacara Melasti di pesisir pantai Laut Arafuru, Surabaya, Minggu (3/3).

Setelah melakukan Melasti, mereka akan menggelar upacara tawur kesanga Minggu, (10/3) nanti, yang rencana di gelar di Balai Kota.

Ketut mengaku, pelaksanaan Darmasanti atau proses halal bihalal setelah Nyepi juga akan digelar setelah puasa.

Pasalnya 11 Maret umat muslim sudah menunaikan ibadah puasa, sehingga ia akan menghargai umat muslim.

"Pak wali kota menghendaki Darmasanti di gelar di Balai Kota Surabaya. Karena balai kota milik kita bersama. Jadi setelah lebaran kita akan gelar. Karena setelah ini kan umat muslim juga sudah menunaikan puasa. Jadi kami menghargai," terangnya.

Ketut juga berharap juga kepada Bangsa Indonesia setelah pemilu, siapapun yang menjadi pemimpin Indonesia pihaknya akan menghormati pemerintahan. 

"Pemerintahan itu ibarat guru. Di Hindu itu ada empat hal yang harus kita hormati, yakni Tuhan, orang tua, guru, dan pemerintah. Kita menghormati dan kita menganggap itu sebagai orang tua kita," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#laut arafuru #surabaya #Pura Agung Jagat Karana #melasti #hindu #nyepi