SURABAYA - Masjid Muhammad Cheng Hoo kian mantap sebagai salah satu jujukan wisata di Surabaya. Sejak diresmikan pada 2003, masjid di Jalan Gading, Surabaya, itu dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.
Cheng Hoo adalah nama Laksamana dari Kekaisaran Ming, Tiongkok, yang beragama Islam. Beliau diutus oleh Kaisar Ming bernama Yong Le berlayar ke Nusantara untuk misi diplomatik dan perdamaian pada abad ke-15. Nama Cheng Hoo yang juga disebut Zheng He sangat harum di tanah air.
Pengurus Masjid Cheng Hoo Surabaya Ustad Hasan Basri menjelaskan, arsitektur masjid yang mirip kelenteng itu terinspirasi dari Masjid Niujie di Beijing. Warnanya didominasi oleh merah dan hijau. Di bagian samping masjid ini terdapat miniatur kapal dan taman yang indah.
Selain sebagai tempat ibadah dan kajian-kajian keagamaan, menurut Hasan, pihaknya sering mengadakan bakti sosial untuk fakir miskin. Khususnya pada bulan Ramadan. "Alhamdulillah, sampai sekarang kami masih bisa mengadakan baksos. Termasuk saat pandemi selama tiga tahun itu," katanya.
Yang menarik, cukup banyak wisatawan nonmuslim datang menikmati keunikan arsitektur Masjid Cheng Hoo di Surabaya. Termasuk dari Tiongkok, Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia. Wisatawan asal Eropa dan Eropa pun kerap menjadikan Masjid Cheng Hoo sebagai salah satu destinasi city tour.
"Masjid Cheng Hoo itu unik karena bangunannya mirip kelenteng. Jarang ada masjid seperti itu," kata Hannah dari Malaysia. (rek)
Editor : Lambertus Hurek