Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kota Surabaya Punya Peran Penting di Perekonomian Indonesia Bagian Timur. Begini Penjelasan Pakar Ekonomi Universitas Airlangga

Hildan Sepka • Selasa, 27 Februari 2024 | 06:23 WIB
RAMAI: Aktivitas perdagangan di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Kota Pahlawan menjadi kawasan penting di Indonesia Timur. (ANDY S/RADAR SURABAYA)
RAMAI: Aktivitas perdagangan di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya. Kota Pahlawan menjadi kawasan penting di Indonesia Timur. (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pelaku industri saat ini tengah menanti arah kebijakan baru seusai Pemilihan Umum (Pemilu).

Sebab, itu berkaitan dengan kepastian kebijakan lima tahun ke depan.

Namun sejumlah prospek sektor industri tampak positif.

Pakar Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rudi Purwono menjelaskan, pasca kontestasi politik tersebut banyak pelaku dunia usaha menunggu.

Kata dia, mereka menanti kebijakan ekonomi selanjutnya.

Saat ini wait and see merupakan pilihan tepat.

"Sampai nanti dengan terpilihnya presiden dan wakil presiden definitif. Maka kebijakan sudah dirumuskan di bidang ekonomi sesuai janji kampanye," ujarnya, Senin (26/2).

Kendati situasi ekonomi masih melambat, prospek sektor industri di Indonesia cukup matang.

Khususnya Surabaya menjadi perhatian dunia.

Bahkan Jatim, menurut dia menjadi magnet dalam menempatkan dana untuk para investor.

"Faktor yang secara jelas yaitu penduduk Indonesia sekitar 260 juta orang, ini pasar yang besar bagi mereka," ucapnya.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi luar biasa.

Antara lain, sektor pertanian, pertambangan, industri, hingga jasa.

Terutama Jatim memiliki kawasan industri yang tersebar.

"Surabaya, Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, hingga rencana pengembangan di wilayah kota lain. Intinya Jatim memiliki prospek yang sangat besar," bebernya.

Rudi mengatakan, kontribusi Jatim secara nasional cukup gemilang.

Kondisi itu menempatkan Jatim sebagai provinsi industri.

Pasalnya, share industri produk domestik bruto lebih 30 persen.

"Kontribusinya sangat besar," tegasnya.

Dia menyebutkan Jatim memiliki beragam sektor industri yang berkembang.

Tapi, menurutnya, perkembangan itu sejalan dengan potensi yang dimiliki.

Misalnya industri berbasis agrikultur.

"Karena pada dasarnya Indonesia negara agraris dan didukung wilayah Jatim, akhirnya kita sebut agro-industri, industri yang berbasis untuk perkembangan pertanian akan didorong di Jatim," bebernya.

Sedangkan, Kota Surabaya menjadi wilayah vital.

Perannya sebagai penggerak perdagangan.

Sebab, wilayahnya memiliki dua pelabuhan utama.

"Surabaya tentu tidak mungkin pertanian. Kalau bicara Surabaya, tentu berkaitan dengan kota sebelahnya dan yang dikembangkan bukan pertanian, melainkan perdagangan dan jasa," tegasnya.

Surabaya sentra penggerak untuk kawasan di Jatim.

Bahkan menggerakkan perdagangan Indonesia bagian timur.

Artinya, hasil industri di Jatim dibawa ke wilayah timur.

"Kemudian sementara sumber daya alam di sana diolah di sini," tuturnya.

Sektor potensial lainnya adalah jasa keuangan.

Kendati Jakarta cukup kuat di sektor itu, tapi dia menilai, Surabaya memiliki potensi menggerakkan sektor jasa keuangan.

Mulai perbankan hingga lembaga nonbank.

"Ini nanti untuk menggerakkan potensi kawasan timur Indonesia," kata Rudi.

Terakhir adalah Kota Surabaya sebagai penggerak industri kreatif.

Menurutnya, di Kota Pahlawan menyimpan bakat anak muda kreatif.

Dia menilai, mereka bisa memberikan nilai tambah yang tinggi.

"Bahkan bisa create lapangan kerja nantinya, contoh kita tahu di bidang start up," imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pakar ekonomi #Kota Surabaya #Pusat perdagangan #indonesia timur #universitas airlangga