Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Upayakan Wisata Kota Tua Sebagai Primadona. Seperti Ini Penataan Yang Dilakukan

Hildan Sepka • Selasa, 27 Februari 2024 | 06:04 WIB
DIKEBUT: Pemkot Surabaya terus menata kawasan Surabaya Utara untuk mewujudkan Suroboyo Kutho Lawas. Pembuatan saluran air di sisi Taman Sejarah menjadi salah satu bagiannya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
DIKEBUT: Pemkot Surabaya terus menata kawasan Surabaya Utara untuk mewujudkan Suroboyo Kutho Lawas. Pembuatan saluran air di sisi Taman Sejarah menjadi salah satu bagiannya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya optimistis kawasan utara menjadi magnet baru.

Sejumlah upaya penataan terus dikebut di kawasan itu.

Konsep dasarnya sebagai wisata kota tua dengan beberapa zona tematik.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, wilayah utara itu bakal disulap menjadi Suroboyo Kutho Lawas.

Ada empat zona tematik utama. Yakni, zona arab, eropa, pecinan, hingga melayu.

"Sudah kami rancang strategi pembagian tiap zona berdasarkan kondisi di lapangan. Karena faktor historis cukup kuat di setiap zona ini, contohnya dari Jembatan Merah ke timur masuk kawasan pecinan, kalau ke barat hingga ke selatan zona Eropa," ujarnya, Senin (26/2).

Sejumlah revitalisasi sudah dilakukan.

Pihaknya sudah melakukan perbaikan secara bertahap.

Misalnya, pemasangan aksara mandarin di tiap bangunan di area pecinan dan saat ini tengah berjalan proses revitalisasi di Taman Sejarah.

"Kami bangun museum dan replika mobil AWS Mallaby," ucapnya.

Dia menjelaskan, terdapat enam strategi pengembangan zona tematik Eropa.

Antara lain peningkatan Koridor Rajawali, Taman Sejarah, Internatio dan JMP, Jembatan Merah, Koridor Veteran, hingga Heritage Trail.

Enam titik itu bakal ada sentuhan khusus.

"Misalnya, Jembatan Merah ada peningkatan kualitas visual, Koridor Veteran ada kegiatan baru yang ditambah, dan Taman Sejarah digunakan untuk transit hub dan tourism information center," paparnya.

Sementara, ada beberapa daya tarik di area pecinan.

Totalnya sekitar enam titik.

Yakni, Museum Bank Mandiri, Rumah Abu Han, Rumah Keluarga The, Klenteng Hok An Kiong, Perkumpulan Hwie Tiauw Ka, dan Jalan Gula.

"Semuanya kita lakukan penataan," kata Hidayat.

Rencananya, kawasan Pecinan itu bakal terkoneksi dengan zona tematik Kampung Melayu.

Letaknya di sisi utara Jalan Kembang Jepun.

Hidayat menyebutkan, ada empat daya tarik wisata di area itu.

"Semuanya dalam bentuk bangunan bersejarah. Ada Menara Syahbandar, Pasar Pabean, bekas pabrik dan gudang kopi, Jalan Panggung," sebutnya.

Dua zona itu bergabung dalam satu perimeter.

Pemkot menyiapkan strategi pengembangan.

Yakni mengusung konsep heritage trail dan Tepi Sungai Kalimas.

"Kita nanti juga menghidupkan Jalan Karet. Untuk tepi sungai ada peningkatan kualitas," urainya.

Pihaknya menggandeng Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya untuk menyiapkan konsep dan mengaktivasi Jalan Karet.

Nantinya dipasang manhole khas Pecinan sepanjang koridor itu.

Selain itu, material perkerasan jalan yang seragam dan selevel.

"Kami akan paving, karena kita membentuk kesan yang berorientasi untuk pejalan kaki," paparnya.

Dia pun memperhatikan perbaikan kondisi bangunan.

Tujuannya untuk memunculkan visual gedung dalam membentuk karakter yang sesuai.

Rencananya beberapa gedung itu dimanfaatkan untuk keperluan komersial yang dapat mendorong pemanfaatan "bangunan tidur" dan menunjang wisata.

"Kita tata fisik gedung dan pencahayaannya, kemudian pemasangan bollard sebagai pembatas dengan pejalan kaki. Kita juga bakal mengatur pencahayaan koridor dengan lampu pedestrian yang sesuai dengan tema," jelas Hidayat.

Dia menuturkan, terdapat sejumlah konsep dalam mengaktivasi tepi Sungai Kalimas.

Yaitu pengembangan dermaga Pecinan.

Rencananya terintegrasi dengan Dermaga Taman Sejarah dan koridor kuliner.

"Penataan street furniture. Kita bangun gapura mirip Kya-Kya di area tepi kalimas. Karena di sana akan menjadi ruang terbuka sampai dekat Jembatan Merah, ada aktivitas pengunjung," imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Suroboyo Kutho Lawas #pariwisata #pemkot surabaya #Wisata Kota Tua