Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mainkan Alat Musik dari Pipa Paralon, Inilah Keistimewaan Gong Angin

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 24 Februari 2024 | 22:20 WIB

 

KREATIF: Sejumlah musisi memainkan karya musik Gong Angin, yang menggunakan pipa paralon sebagai alat musik utama, dalam pertunjukan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. (ANDY S/RADAR SURABAYA)
KREATIF: Sejumlah musisi memainkan karya musik Gong Angin, yang menggunakan pipa paralon sebagai alat musik utama, dalam pertunjukan di Gedung Cak Durasim, Surabaya. (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pertunjukan musik di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya nampak berbeda dengan pertunjukan musik lainnya.

Yang membedakan adalah alat musik yang dimainkan.

Biasanya alat musik yang dimainkan seperti drum, gitar, bas.

Namun pada pertunjukan tersebut semua alat musik berasal dari pipa paralon.

Dengan membawa suasana angin dalam memainkan alat musik tersebut, musik karya Catur Fredy Wiyogo itu dapat menghipnotis penonton yang hadir dan mendapatkan tepuk tangan yang meriah.

Ada tujuh jenis musik dari paralon yang dihasilkan oleh Catur.

Antara lain sarling, demling, selenting, kempuling, angkling hingga gong bumbung.

Instrumen musik baru ini dikembangkan dengan mengeksplorasi elemen-elemen menarik dari suling dan menggabungkannya dengan konsep-konsep kreatif.

Keunikan terletak pada tingkat kreativitas yang muncul khususnya dalam konteks Gong Angin.

Meskipun suling umumnya dimainkan dengan cara ditiup, dalam inovasi Gong Angin, suling dieksplorasi melalui berbagai teknik.

"Gong Angin ini sebuah karya musik yang mengeksplorasi organologi dengan menciptakan instrumen baru berdasarkan instrumen suling. Dalam karya ini, angin atau hembusan menjadi pemicu utama bagi sumber bunyi instrumen tersebut," kata Catur, Jumat (23/2).

Ia mengaku terinspirasi menggunakan pipa PVC ini karena di Surabaya sulit mencari bambu.

Sehingga ia berfikir untuk menciptakan pipa paralon sebagai alat musik.

"Bunyi yang dihasilkan oleh instrumen tersebut merefleksikan kekuatan angin yang menginspirasi kreativitas dan kehidupan. Dalam konteks budaya, angin sering kali dianggap sebagai penanda kehidupan yang penting. Dalam banyak kepercayaan, angin dianggap sebagai simbol kehidupan, perubahan, dan energi," jelasnya.

Dalam memainkan musik tersebut, nada interval masih mengacu dengan gamelan jawa.

Dengan interval laras belok gamelan Jawa.

Selain itu dalam pertunjukan musik pipa paralon itu juga diiringi tarian.

Tarian tersebut juga sebagai pengantar berakhirnya pertunjukan musik, dengan membawa penonton ke lobi Gedung Cak Durasim.

Karena di lobi ditampilkan pameran instalasi musik pipa paralon.

Ia juga mengaku peralatan musiknya tersebut sudah pernah dikolaborasikan dengan alat musik lainnya seperti, gitar drum, piano hingga gamelan.

"Jadi alat musik ciptaan saya ini bisa membaur dengan instrumen musik lainnya dan sudah pernah," tutur pria yang tengah merampungkan ujian tugas akhir tesis karya seni penciptaan musik di ISI Surakarta.

Sementara itu salah satu penonton, Puspita mengaku alat musik ini sangat kreatif dan unik termasuk dalam pengemasannya.

"Musik kan gak harus soal gitar dan drum. Tapi juga bisa dikemas dengan benda-benda lainnya. Seperti saat ini pipa bisa dimainkan menjadi alat musik. Tentu ini menambah kami sebagai anak mudah untuk bisa nambah perbendaraan instrumen musik," ujar Puspita. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kesenian surabaya #gedung cak durasim #pertunjukan musik #Pipa Paralon #taman budaya jawa timur #Gong Angin