Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perajin Lontong di Kampung Wonokusumo Surabaya Kebanjiran Order di Perayaan Cap Go Meh, Ini Faktanya

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 24 Februari 2024 | 20:37 WIB
Photo
Photo

SURABAYA – Cap Go Meh menjadi rangkaian perayaan Imlek yang paling ditunggu oleh masyarakat Tionghoa.

Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang bermakna malam ke-15 dan selalu jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek pada 10 Februari lalu.

Perayaan Cap Go Meh tahun ini jatuh pada 24 Februari dan selalu identik dengan masakan tradisional yang sering disantap bersama.

Momen tersebut juga membawa berkah bagi perajin lontong karena salah satu makanan yang disajikan saat Cap Go Meh adalah lontong Cap Go Meh.

Meski harga beras naik, perajin lontong pun kebanjiran orderan.

Seperti di kampung lontong Wonokusumo, pengerajin hanya mengurangi ukuran namun harga per biji lontong tidak naik.

Menurut perajin lontong, Fifi Rimas, sehari menjelang Cap Go Meh ia bisa mendapatkan keuntungan Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.

Ia mengaku, penjualan lontong saat Cap Go Meh di tengah melonjaknya harga beras tak begitu berdampak.

Karena mayoritas yang membeli merupakan pelanggan yang biasa membeli saat momen Cap Go Meh.

"Ya meningkat kalau pas Cap Go Meh. Sejak Selasa kemarin sudah banyak yang pesan," kata Fifi, Jumat (23/2).

Lontong-lontong tersebut akan digunakan sebagai sajian lontong Cap Go Meh sebagai tanpa penutup perayaan Imlek.

Fifi mengaku menyediakan 1.000 hingga 2.000 lontong. Harga lontong yang di jual hanya Rp 3.000 per buah.

Keuntungan perharinya menjelang perayaan Cap Go Meh Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.

"Biasanya kalau harga naik nggak ngaruh. Karena kebanyakan mereka yang membeli untuk perayaan Cap Go Meh tak mempermasalahkan harga," terangnya.

Sejak Selasa lalu, dirinya telah menghabiskan 1 kwintal beras untuk membuat lontong. Pelanggannya mulai dari restoran hingga pembeli rumahan. (rmt/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#cap go meh #kampung lontong wonokusumo #tionghoa #imlek #Hokkian