SURABAYA-Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap pertama berakhir 23 Februari. Ini setelah dilakukan perpanjangan selama 11 hari.
Hingga Jumat (23/2) sore, jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Surabaya yang melunasi 2.424 orang. Sedangkan yang belum melunasi 818 CJH.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Surabaya Sururil Faizin mengatakan, Jumat (23/2) merupakan hari terakhir pelunasan biaya haji tahap pertama.
Semua CJH yang telah masuk nomer porsi dan cadangan bisa melunasi dengan batas akhir tahap pertama itu.
"Saat ini yang belum melunasi sebanyak 818 jemaah. Jadi, yang belum melunasi dan penggabungan serta pendampingan lansia bisa melakukan pembayaran pada 13-26 Maret," kata Sururil, Jumat (23/2).
Sururil menambahkan, CJH yang belum dinyatakan istitaah terus mendapatkan pengawasan kesehatan dari Dinkes Surabaya.
Dengan begitu, mereka dapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. "Yang tidak istithaah kami berusaha agar bisa istithaah dengan cek rutin kesehatan," terangnya.
Surabaya mendapatkan kuota 3.242 CJH yang akan berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun ini. Total CJH yang sudah melunasi se-Jawa Timur mencapai 34.885 orang dan yang belum melunasi 10.450 orang.
"Artinya, tahap pertama sudah 76,95 persen yang melunasi biaya haji. Tinggal nanti CJH bisa kembali segera melunasi di tahap kedua bagi jemaah yang penggabungan dan pendampingan lansia," kata Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Abdul Haris.
Haris menyebut, CJH yang telah lunas di hari terakhir sebanyak 260 orang yang urut porsi dan 6.719 jemaah cadangan. Jawa Timur mendapatkan kuota 45.335 CJH tahun ini.
Sementara itu, pada Jumat siang server biometrik sempat mengalami trouble. Namun, bisa diatasi beberapa menit. Salah satu jemaah yang berangkat haji tahun ini, Muhammad Andy Firmansyah, mengaku telah melakukan pelunasan dan rekam biometrik.
Andy menggantikan ayahnya yang tidak bisa berangkat haji lantaran sakit. Dia bakal berangkat ke tanah suci bersama ibunda. "Semua klir, termasuk pelunasan.
Tinggal rekam biometrik saja. Karena saya penggantian porsi dari ayah, jadi saya baru melengkapi berkas dua pekan yang lalu," ujar Andy. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto