RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kebut penanganan banjir di dua wilayah, yakni Kecamatan Pakal dan Benowo.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya menyiapkan langkah antisipasi sementara.
Puluhan satgas sudah dikerahkan di lokasi.
Kepala DSDABM Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, pembangunan tanggul dilakukan di dua lokasi.
Yakni, Jalan Pakar Madya dan Jalan Tengger Raya.
Tekniknya menggunakan karung pasir.
"Untuk sementara kita tahan airnya biar enggak masuk kemudian kita pasang dinding tanggul permanen," ujarnya, Rabu (21/2).
Kata dia, tanggul di Pakal Madya itu memiliki tinggi satu meter.
Proyeknya berjalan dari perbatasan Gresik hingga Kali Kluwung.
Saat ini, dia menilai progres pembangunan tanggul berjalan positif.
"Kalau sudah terpasang nanti kita kurangi langsung pasang yang tanggul permanen," ucapnya.
Syamsul menyampaikan, pembangunan tersebut menggunakan perhitungan yang matang.
Menurut dia, dinding tanggul harus dibangun dengan fondasi yang kuat.
Sebab untuk menahan debit air yang datang agar tidak mudah roboh.
"Karena dinding tanggul ini harus ada fondasinya. Tapi untuk menanggulangi kalau ada hujan lagi, itu ada sandbagnya dulu. Nanti setelah sandbag terpasang, kita kurangi pasang tanggul permanen. Jadi mengerjakan dinding tanggulnya nanti berjalan sambil bertahap," jelasnya.
Sedangkan di Jalan Tengger Raya, dia menyebut bahwa pembangunan tanggul bisa dilakukan lebih cepat.
Pasalnya sudah ada fondasi yang siap.
Rencananya, tanggul dari batu kuwung dengan tinggi sekitar 1 meter.
"Sudah mulai pengerjaan, di daerah Tengger Raya itu langsung dinding tanggul, karena dia sudah ada fondasinya. Jadi buangan air dari Gresik itu langsung kita bisa tahan dengan dinding tanggul karena dia sudah ada fondasinya lebih cepat," ungkap Syamsul.
DSDABM diminta untuk terus memonitor wilayah tersebut. Pemkot sudah membentuk forum komunikasi dengan warga.
Sehingga jika terjadi lagi, memudahkan mereka melapor jika terjadi lagi.
"Kita diminta Pak Wali ikut memonitor forum ini untuk segera menindaklanjuti laporan yang masuk ke WhatsApp Grup Forum Komunikasi (WAG Forkom)," terangnya.
Pihaknya pun sudah menyusun rencana peninggian jalan.
Kata dia, Jalan Tengger Raya akan ditinggikan sekitar 30-50 sentimeter. Panjangnya sekitar 500 meter.
"Kalau tanggulnya sudah selesai kita tinggikan jalannya sekitar 30-50 centimeter. Jadi mulai Jembatan Tengger Raya (Perbatasan Benowo), itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter," kata Syamsul.
Dia menargetkan, pembangunan tanggul dan peninggian jalan rampung dalam waktu sebulan.
Pihaknya saat ini pun menyiapkan langkah antisipasi saat hujan turun untuk menghindari kendala selama proyek berjalan.
Kata dia, mesin pompa sudah disiagakan jika terjadi genangan.
"Kita targetkan semua satu bulan selesai, (tanggul) dan peninggian jalan," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa