Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

INGAT! Pasar Induk Sidotopo Surabaya Gelar Operasi Pasar Tiap Rabu. Bapok Bisa Ditebus dengan Harga Lebih Murah

Rahmat Sudrajat • Kamis, 22 Februari 2024 | 16:52 WIB

BERAS MURAH: Sejumlah warga mendapatkan beras murah Rp 53.500 per lima kg yang dijual dalam pasar murah, di Pasar Induk Sidotopo Surabaya, Rabu (21/2). (ANDY S/RADAR SURABAYA)
BERAS MURAH: Sejumlah warga mendapatkan beras murah Rp 53.500 per lima kg yang dijual dalam pasar murah, di Pasar Induk Sidotopo Surabaya, Rabu (21/2). (ANDY S/RADAR SURABAYA)


RADAR SURABAYA - Harga kebutuhan pokok (bapok) dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan yang signifikan.

Di tengah meroketnya harga bapok seperti, beras, gula dan minyak, warga pun berbondong-bondong mencari harga yang murah.

Terutama saat digelarnya operasi pasar yang menjadi primadona.

Seperti operasi pasar (OP) yang digelar di Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS).

Ratusan warga yang mayoritas emak-emak sekitar Sidotopo menyerbu bapok, Rabu (21/2) sore.

Hanya dalam hitungan jam, beras milik pemerintah yang dilabeli SPHP keluaran Bulog sebanyak tiga ton, minyak 1.200 liter dan gula sebanyak 600 kilogram, ludes terjual.

Faizi, salah satu warga Bulak Surabaya sampai rela harus mengantre di PISS untuk mendapatkan harga murah.

Mengingat harga seperti beras di pasaran tembus Rp 18 ribu per kilogram.

Di pasar murah PISS tersebut ia langsung membeli dua kantong beras, masing-masing kantong isi 5 kilogram.

"Mumpung murah, jadi saya beli 10 kilogram. Jatuhnya Rp 107 ribu," ujar Faizi.

Menurutnya dengan operasi pasar murah ini memperingan masyarakat, di tengah harga bapok yang meroket.

Selain membeli beras ia terlihat membeli minyak dan gula.

"Ya buat makan sehari-hari, sekarang semua naik. Jadi kalau gak ada pasar murah gini, ya saya harus beli eceran di pasar itupun saya kurangi karena menyesuaikan dengan uang," terangnya.

Sebagai masyarakat ia berharap pemerintah untuk menstabilkan harga bapok agar masyarakat tidak terus sengsara.

"Semoga harganya kembali turun. Kalau terus-terusan kayak gini ya masyarakat ya sengsara mau makan bagaimana?," harapnya.

Sementara itu Kepala Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS), Rahayu Trisila mengaku pasar murah ini sudah digelar ke-9 kalinya selama mahalnya harga bapok.

Pihaknya menjual beras, minyak dan gula di bawah harga pasaran.

"Untuk harga beras 5 kilogram kami jual Rp 53.500. Kkalau per kilogramnya jatuhnya Rp 10.700, gula pasir Rp 15.500 per kilogram dan minyak goreng Rp 13.750 per liter," kata Rahayu.

Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras Rp 16 ribu per kilogram, minyak Rp 14 ribu dan gula pasir Rp 17 ribu per kilogram.

Operasi pasar murah yang digelar setiap hari Rabu itu selalu ludes terjual.

Oleh karena itu ia juga membatasi pembelian terutama beras yang saat ini menjadi kebutuhan berharga di tengah melonjaknya harga.

"Untuk beras memang kami batasi pembeliannya. Karena kami juga dapat dari Bulog dengan volume yang terbatas juga. Jadi setiap orang kami batasi maksimal beli 2 sak atau 10 kilogram. Kalau minyak dan gula pasir bebas. Karena persediaan juga banyak," terangnya.

Dengan adanya operasi pasar murah ini bisa membantu warga sekitar karena harga bapok yang terus meroket.

Warga juga membutuhkan harga yang sesuai dengan kantong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saat ini persediaan kami hanya meliputi 7-8 kelurahan. Mudah-mudahan kalau dapat yang lebih banyak bisa seluruh kelurahan yang ada di sekitar kami bisa membeli," ujarnya.

Hingga Rabu petang, terpantau harga bapok yang dijual pun ludes.

"Alhamdulillah habis semua. Malah kurang. Tapi kami masih ada stok untuk Rabu depan," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#beras mahal #Pasar Induk Sidotopo Surabaya #PISS #harga bapok #operasi pasar #pasar murah