Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

UMKM Kuliner di Surabaya Terancam Gulung Tikar gegara Harga Beras Terus Melambung

Rahmat Sudrajat • Rabu, 21 Februari 2024 | 15:05 WIB

ANTRE BERAS: Sejumlah warga antre untuk mendapatkan beras murah di Pasar Pucang, Surabaya.
ANTRE BERAS: Sejumlah warga antre untuk mendapatkan beras murah di Pasar Pucang, Surabaya.


SURABAYA - Harga beras di Surabaya kembali melonjak. Harga beras premium sudah menyentuh Rp 18 ribu per kilogram. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp 16 ribu. Pedagang mendapat beras premium dari distributor dengan harga Rp 15.500 per kilogram.

Di Pasar Tambahrejo, misalnya, harga beras premium sudah mengalami kenaikan berkali-kali sejak sebulan ini. Kemarin harga beras menyentuh Rp 18 ribu.

"Sudah sebulan ini harga naik terus. Sekarang sudah Rp 18 ribu. Gak tahu bagaimana kok bisa semahal ini," ujar Wiyono, salah satu pedagang, Selasa (20/2).

Sedangkan beras medium saat ini terpaut Rp 1.500 dengan beras premium, yakni Rp 17.500. Sebelumnya, empat hari lalu, harga beras kelas premium Rp 17.500. Sedangkan harga beras medium dijual di pasaran Rp 16 ribu.

Meski demikian, Wiyono mengaku pasokan beras sampai saat ini masih aman dan tidak ada keterlambatan. "Kalau untuk distribusinya tidak ada masalah," ujarnya.

Makin mahalnya harga beras di pasaran Kota Pahlawan tak ayal meresahkan pelaku usaha kuliner. Selain biaya operasional yang membengkak, mereka juga tidak bisa menaikan harga atau mengurangi porsi makanan yang dijual.

Salah satunya Eggy Varera, yang punya usaha kuliner di kawasan Kertajaya. Kenaikan harga beras berdampak nyata pada usahanya. Tak hanya beras, bumbu dapur dan telur juga naik secara beriringan.

Eggy mengaku tidak bisa mengurangi porsi atau menaikan harga jual makanan. Sebab, menaikkan harga bisa ditinggal pelanggan.

"Tidak apa-apa untung pas-pasan. Yang penting, pelanggan tidak pergi," tutur Eggy.

Sebagai pelaku usaha kuliner, ia berharap pemerintah bisa segera menurunkan harga beras dan bahan pokok lainnya. Jika harga sembako terus naik, maka pelaku usaha kuliner terancam gulung tikar.

"Ini aja sekarang sudah rugi banyak. Ya, mungkin bisa tutup (gulung tikar, Red) kalau makin naik," kata Eggy. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#harga beras premium #umkm kuliner #harga eceran tertinggi #het