Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Fokus Pemkot Atasi Banjir di 2 Kecamatan di Surabaya Barat, Benahi Rumah Pompa dan Saluran Air

Hildan Sepka • Selasa, 20 Februari 2024 | 14:14 WIB
BANJIR LAGI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau kawasan rawan banjir di Surabaya Barat.
BANJIR LAGI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau kawasan rawan banjir di Surabaya Barat.

SURABAYA-Genangan air atau banjir masih menjadi masalah besar di Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya terus berjuang mengatasi banjir.

Tahun ini, pemkot akan lebih fokus melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur di wilayah barat. Sebab sebelumnya, konsentrasinya lebih banyak di wilayah selatan dan timur.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi bakal memfokuskan anggaran dan pembangunan drainase di Surabaya barat.

Sebab, selama ini pemkot belum menyentuh secara maksimal wilayah tersebut. Tahun ini, pihaknya berjanji menanggulangi banjir yang sudah terjadi belasan tahun di Kecamatan Pakal dan Benowo itu.

"Kami mohon maaf kepada warga Surabaya Barat karena masih mengalami banjir. Kami sedang bekerja keras mengatasi. Karena memang dari dulu pembangunan terfokus ke wilayah timur-selatan. Surabaya Barat ini dari sisi jumlah rumah pompa juga kurang, dan saluran juga kurang maksimal," ujarnya, Senin (19/2).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan DSDABM untuk penanganan sementara segera dikebut. Tujuannya mengantisipasi genangan. Pengerjaan itu bersamaan dengan pembangunan drainase permanen.

“Untuk saat ini pembangunan dilaksanakan di wilayah darurat terlebih dahulu. Bersamaan dengan penanganan sementara menggunakan karung-karung pasir. Karena ketahanan karung pasir tidak sampai satu tahun sudah jebol lagi,” ucapnya.

Syamsul memaparkan, ketinggian banjir di ketiga wilayah tersebut sekitar 50-70 sentimeter.

Bahkan, hingga Minggu dini hari di wilayah Pakal masih tergenang. Dia menyebutkan penyebab banjir di masing-masing lokasi itu bervariasi.

"Banjir di wilayah Tengger ini kiriman dari wilayah di atasnya, yaitu Citraland. Hujan selesai sekitar 30 menit sampai satu jam baru banjirnya datang. Instruksi Pak Wali kemarin, tanggulnya ditinggikan sambil berkoordinasi dengan pihak Citraland,” terangnya.

Selain membangun tanggul untuk menahan air, Syamsul menyebut, pihaknya juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya. Jalan tersebut akan ditinggikan antara 30-50 sentimeter. Panjangnya sekitar 500 meter.

"Kalau tanggulnya sudah selesai kita tinggikan juga jalannya 30-50 sentimeter. Jadi, mulai Jembatan Tengger itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter," paparnya.

Menurut dia, pembangunan tanggul dan peninggian Jalan Tengger Raya direncanakan menggunakan skema swakelola.

Namun, dia memastikan, saat ini pihaknya mulai melakukan pengurukan sandbag sebagai penahan air. Dia menilai pengurukan itu cukup krusial.

"Yang penting kita uruk dulu, kemudian dipadatkan. Kita targetkan semua satu bulan selesai (pembangunan tanggul) sama peninggian jalan," tuturnya

Syamsul menuturkan, banjir akibat kiriman terjadi lantaran minim area resapan air. Sehingga, air yang menggenang tidak langsung terserah ke tanah, sisanya meluber ke jalan. Dia menilai saat ini resapan air hujan di Surabaya sekitar 20-30 persen.

"Kasusnya, air yang meluber ini butuh waktu sampai masuk ke saluran," jelasnya.

Sedangkan banjir yang melanda wilayah Pakal terjadi lantaran kiriman air dari Kabupaten Gresik. Saat ini, Pemkot Surabaya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik.

Tujuannya penanganan wilayah banjir di perbatasan Surabaya-Gresik tersebut.

“Kemungkinan, ketika wilayah Surabaya diamankan dengan peninggian tanggul, air yang tidak bisa mengalir ke Surabaya akhirnya mengalir ke Gresik. Sehingga, ketika DPUTR Gresik terlambat melakukan antisipasi, genangan air akan meluber seperti di Kali Lamong," terang Syamsul.

Syamsul menjelaskan, banjir yang melanda kawasan Benowo disebabkan saluran air.

Menurutnya, area itu salurannya tidak optimal, tidak terkoneksi, bahkan tidak ada salurannya.

Selain itu, pembangunan box culvert dari Banyu Urip berhenti tepat di depan Perumahan Benowo dan rencananya akan dilanjutkan tahun ini.

“Pembangunan box culvert di Benowo masih kurang dua kilometer lagi, jadi untuk tahun ini kita kerjakan sekitar 500 meter, dan tahun depan kita tuntaskan 1.500 meter," bebernya.

Menurut dia, air di box culvert dari Benowo akan mengalir menuju ke arah utara dan barat menuju ke rumah pompa Sumberejo. Tapi, saat ini masih ada satu slot pompa yang kosong. Rencananya tahun ini kapasitas pompa akan ditambah.

“Selain itu, di sebelah timurnya Perumahan Benowo Indah terdapat aliran air dari saluran Sememi menuju ke laut dan masih belum ada rumah pompanya, tahun depan rencananya akan kita bangun rumah pompa itu," kata Syamsul. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#pakal #pemkot surabaya #surabaya barat #Genangan Air #banjir