Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Imunisasi Polio Tahap Kedua Digelar Serentak oleh Pemkot Surabaya, Ini Sasarannya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 20 Februari 2024 | 14:34 WIB
TAHAP KEDUA: Petugas kesehatan dari Puskesmas Siwalankerto memberikan imunisasi polio tahap kedua di Posyandu Siwalankerto Tengah.
TAHAP KEDUA: Petugas kesehatan dari Puskesmas Siwalankerto memberikan imunisasi polio tahap kedua di Posyandu Siwalankerto Tengah.

SURABAYA-Imunisasi polio tahap kedua digelar mulai Senin (19/2) dan diberikan kepada anak usia 0-7 tahun di Surabaya. Pemkot menargetkan 329.616 anak menerima imunisasi tersebut.

Para orang tua tampak sangat antusias. Mereka berbondong-bondong datang ke posyandu sejak pagi. Seperti di kawasan Siwalankerto Tengah, Surabaya.

Atik mengaku senang dengan adanya imunisasi polio tahap kedua. Anaknya yang berusia 22 bulan sudah mengikuti imunisasi tahap pertama pada Januari lalu.

Atik mengaku tahu kabar imunisasi tahap kedua dari kader posyandu. Maka, dia langsung membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi di Posyandu RW 2 Siwalankerto Tengah.

"Memang perlu imunisasi supaya terhindar dari penyakit polio dan virus-virus lainnya," ujar Atik.

Setelah mendapatkan imunisasi polio tahap pertama, kondisi anaknya baik-baik saja. Tidak terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari imunisasi.

BIAR SEHAT: Seorang tenaga kesehatan (nakes) menunjukkan vaksin yang dipakai dalam imunisasi polio.
BIAR SEHAT: Seorang tenaga kesehatan (nakes) menunjukkan vaksin yang dipakai dalam imunisasi polio.

Puskesmas Siwalankerto menyasar anak dari posyandu, SD, TK, dan PAUD.

"Kami menyasar 2.206 balita yang harus diimunisasi dengan sasaran dari usia 0-7 tahun," kata Pj Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Siwalankerto dr Femmy Magdalena Punu.

Imunisasi tahap kedua dimulai 19 Februari hingga 25 Februari mendatang. Pihaknya akan melakukan sweeping jika tidak mencapai target. "Petugas akan datang ke tempat umum dan rumah warga," terangnya.

Terkait KIPI, Femmy mengaku sejauh ini belum ada. Jika ada keluhan setelah imunisasi, ia mengimbau segera disampaikan ke puskesmas.

"Jika ada yang sakit seperti demam dan diare setelah diimunisasi, segera datang ke puskesmas," ujar Femmy.

Imunisasi polio tahap kedua merupakan tahap terakhir dari rangkaian imunisasi polio yang dimulai sejak 15 Januari 2024. Selama tahap pertama dan kedua ini di wilayah tersebut tidak ada penolakan imunisasi.

Imunisasi juga digelar di SDN Siwalankerto 1 Surabaya. Murid kelas 1 dan 2 mendapatkan imunisasi tahap dua. Kepala SDN Siwalankerto Sri Wagianti membeberkan, dari 35 anak sasaran imunisasi, ada tiga anak tidak mengikuti karena absen.

"Harapannya, dengan imunisasi anak-anak semakin sehat," ujar Sri.

Pemkot menargetkan 329.616 anak se-Kota Surabaya mendapatkan imunisasi polio. Ratusan ribu anak tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok sekolah dan nonsekolah.

Nonsekolah sasarannya 122.947 anak di Balai RW. Sedangkan anak usia sekolah ada 206.669 anak di pos-pos sekolah. (rmt/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#puskesmas #PIN POLIO #kipi #imunisasi polio