RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat distribusi bantuan pangan beras tahap pertama tahun ini.
Namun, kebijakan itu harus distop sementara.
Pasalnya, Pemkot Surabaya mendapat instruksi untuk menghentikan sementara pendistribusian beras.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, arahan itu cukup mendadak.
Instruksi itu tertuang dalam surat yang tiba pada pekan lalu.
Poin utamanya adalah penghentian sementara pembagian bantuan tersebut.
"Sudah kami stop sesuai arahan," ujar Antiek Sugiharti, Senin (12/2).
Pihaknya mendapatkan keringanan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bapanas meminta untuk segera menuntaskan pembagian sebelum jadwal yang ditentukan.
Alhasil, proses pendistribusian hanya tuntas di sejumlah titik.
"Padahal, undangan pengambilan bantuan sudah telanjur disebar kepada masyarakat," ungkapnya.
Pemberitahuan itu diketahuinya pada Selasa (6/2) sore lalu.
Isinya menginstruksikan untuk menyetop distribusi selama delapan hari.
Terhitung sejak 8 Februari hingga 15 Februari.
"Ini distribusi bantuan 10 kilogram beras. Ya, pada akhirnya, belum semua mendapatkan," ucap Antiek.
Salah satu wilayah yang sudah mendapatkan bantuan adalah RW 03, Kelurahan Kupang Krajan.
Datanya, ada 1.213 keluarga penerima manfaat.
Dia mengakui, pendistribusian bantuan di balai RW itu membutuhkan tenaga yang besar.
"Oleh karena itu, bantuan ini berhenti sementara. Biar enggak mengganggu teman-teman yang lagi mempersiapkan pemilu, sarana-prasarana berasnya juga," terangnya.
Alasan utamanya adalah bertepatan dengan momen pemilu.
Tujuannya agar tidak mengganggu persiapan di tiap kecamatan.
Sehingga, tahap distribusi bantuan pangan tersebut dilanjutkan seusai pemilu.
"Rencananya 16 Februari nanti, hari Jumat," katanya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa