RADAR SURABAYA - Alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu 2024 di Kota Surabaya sudah nyaris bersih.
Tapi saat ini justru kondisi APK itu menumpuk.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya desak peserta untuk segera mengambil.
Ketua Bawaslu Kota Surabaya Novli Bernado Thyssen mengatakan, pihaknya membersihkan ribuan APK sebelum tahapan pemilu memasuki masa tenang.
Upaya penertiban itu rampung dalam waktu singkat.
Pasalnya, dia menggandeng sejumlah jajaran di pemkot.
"Kami berterima kepada Satpol PP dan jajaran OPD yang bergerak dalam penertiban kemarin," ujarnya, Selasa (12/2).
Novli memastikan, seluruh APK se-Surabaya sudah dicopot.
Pihaknya membawa dan menyimpan dalam satu tempat.
Yaitu di salah satu gudang milik Satpol PP Surabaya.
"Nanti dijadikan satu tempat di gudang Sukomanunggal," ucapnya.
Dia mendesak kepada tim peserta pemilu untuk segera mengambil APK tersebut.
Sebab, sebelumnya, Bawaslu sudah mengimbau untuk seluruh peserta melakukan pencopotan secara mandiri.
Namun, hingga apel penertiban berlangsung masih banyak ditemukan APK yang terpasang.
"Kami sudah berulang kali mengingatkan mereka. Ya, segera diambil di gudang milik Satpol PP," ungkap Novli.
Pihaknya belum mengambil langkah pemusnahan.
Sebab, Bawaslu masih menunggu tim peserta pemilu untuk mengambil APK miliknya masing-masing.
Dia berharap hingga akhir putaran Pemilu 2024, semua APK itu diambil.
"Tahapan pemusnahan APK masih kita bahas lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait. Karena kami ingin menggunakan langkah yang tepat dan juga efisien. Sebelum tahap ini terjadi, kami minta semua peserta mengambil APK-nya," tegasnya.
Imbauan Novli itu beralasan. Dia menyebutkan, gudang milik Satpol PP juga berfungsi sebagai tempat lokasi penyimpanan barang lainnya.
Dengan ribuan APK yang diamankan itu cukup memakan tempat gudang yang beralamat di Jalan Tanjungsari tersebut.
"Kan enggak cuma buat menyimpan APK, ada yang lain juga. Kalau lama-lama enggak diambil, makin penuh. Oleh karena itu, kami meminta untuk semua peserta pemilu kooperatif mengamankan APK-nya masing-masing," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa