RADAR SURABAYA – Pemungutan suara Pemilu 2024 kurang empat hari lagi.
Dinamika menuju pemungutan suara Pemilu 2024 pada 14 Februari, sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir.
Oleh karena itu untuk menyukseskan pemilu agar lebih bermartabat dan menjunjung demokrasi, perlu peran serta semua untuk memantau pemilu.
Bahkan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Mohammad Nasih mengajak semua pihak untuk menjaga demokrasi yang bermartabat dalam pemilu.
Ia juga memberikan tugas kepada seluruh mahasiswa Unair untuk turun langsung mengawasi tempat pemungutan suara (TPS).
"Mahasiswa Unair akan turun langsung mengawasi TPS, menjaga integritas pemilihan. Kami juga memberikan ruang bagi penelitian dan riset yang relevan dengan dinamika pemilu untuk mendukung proses demokrasi yang sehat," kata Nasih, Kamis (8/2).
Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung demokrasi yang bermartabat dan pemilu berkualitas, menegaskan komitmen terhadap proses demokrasi yang adil dan transparan di Indonesia.
Karena selama ini pandangan atau aksi yang muncul bukanlah representasi resmi universitas, melainkan pandangan pribadi.
"Kami memberikan suara tegas dalam mendukung demokrasi yang bermartabat dan pemilu berkualitas, menegaskan komitmennya terhadap proses demokrasi yang adil dan transparan di Indonesia," terangnya.
Pesan khusus juga diberikan Nasih kepada elemen masyarakat, seperti profesor, guru besar, ulama, kiai, cendekiawan, intelektual, akademisi, dosen, dan mahasiswa, untuk aktif mengedukasi masyarakat tentang pemilu.
"Kami juga menekankan netralitas aparat penegak hukum. Termasuk Polri dan TNI serta penjaminan keamanan bagi seluruh warga negara yang hendak menggunakan hak pilihnya," terangnya.
Sementara itu pihaknya menyerukan demokrasi bermartabat.
Ada sepuluh pesan yang disampaikan, antara lain Unair menegaskan pentingnya menjunjung tinggi adab, moralitas, etika, tata krama, dan sopan santun dalam berpolitik.
Nasih menyoroti para elit politik, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk menjadi contoh yang baik dalam mewujudkan demokrasi yang bermartabat.
Pihaknya juga mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala kepentingan pribadi, suku, golongan, maupun partai.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan demokrasi yang bermartabat di Indonesia, dengan pemilu yang berkualitas, jujur, adil, bebas, rahasia, aman, dan damai. Hal ini adalah tanggung jawab bersama demi persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.
Pentingnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terutama terkait pemilihan umum juga menjadi fokus Unair.
Secara tegas, pihaknya menolak politik uang dan upaya merusak persatuan melalui politik pecah belah.
"Kami juga menghimbau agar penyelenggara pemilu menjalankan tugasnya secara profesional, adil, dan transparan, menjadi pijakan utama dalam pesan tersebut," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa