RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah berupaya menyulap kawasan utara menjadi destinasi wisata baru.
Tema besarnya adalah Suroboyo Kutho Lawas.
Saat ini, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) berkonsentrasi untuk menata ulang wilayah tersebut.
Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan, pemkot berencana menata pedagang kaki lima (PKL) di perimeter itu.
Salah satunya PKL yang mangkal di Jalan Jembatan Merah.
Mereka akan ditata dan disesuaikan konsep wisata kota lama Surabaya.
"Nanti para pedagang ini menjadi satu tempat," ujarnya, Jumat (9/2).
Penataan itu menyasar lokasi yang lain. Yaitu, PKL di Jalan Rajawali.
Tujuannya menunjang pengembangan program Surabaya Kutho Lawas yang optimal.
"Sebagian pedagang akan dipindah ke Jalan Gelatik," ucapnya.
Kata Hidayat, titik tersebut akan mengusung penataan menarik.
Rencana konsepnya adalah kawasan kopi nusantara.
Pihaknya akan memasukkan pedagang makanan dan minuman untuk masuk ke area tersebut.
"Makanan yang dijual juga akan disesuaikan dengan konsep kopi nusantara. Ada kurasi yang diterapkan," jelasnya.
Sedangkan, pihaknya menyiapkan langkah untuk pedagang tanaman dan bunga.
Mereka akan dipindah di area Jembatan Merah Plaza (JMP).
Dari pendataan sementara, ada sekitar 20 pedagang bunga.
"Mereka akan ditata untuk mendukung kawasan Eropa agar lebih hidup. Jadi, nanti wisatawan yang datang tidak hanya melihat gedung-gedung bersejarah, tetapi juga bisa membeli bunga dan kuliner di kopi Nusantara," bebernya.
Hidayat mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi.
Sebab, para pedagang di kawasan tersebut sudah cukup lama berjualan dan telah memiliki pelanggan tetap.
Dia berharap upaya persuasif itu segera rampung dan segera melakukan penataan.
"Pertimbangannya, kalau di Jalan Jembatan Merah, selama ini trafficnya tinggi. Jadi, kalau di Jalan Gelatik, pengunjung bisa dengan leluasa berjalan kaki sambil kulineran," urainya.
Sementara itu, disbudporapar juga telah bekerja sama dengan JMP.
Tujuannya untuk menunjang area parkir.
Sebab, selama ini yang menjadi kesulitan pengunjung adalah parkir.
"Parkirnya di JMP. Kami sudah berkoordinasi agar parkir JMP bisa digunakan sampai malam. Jadi, bisa sekaligus menghidupkan kembali JMP," imbuh Hidayat. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa