SURABAYA - Mulai hari ini, dalam kepercayaan Tionghoa, akan dimulai Tahun 2024 yang merupakan Tahun Naga Kayu. Tahun ini akan berakhir pada 28 Januari 2025 mendatang. Kalau dalam kalender lunar, tahun ini adalah masuk angka 2575 kongzili.
Pemuka agama Konghucu Surabaya, Wen Shi Liem Tiong Yang mengatakan, tahun ini akan dipenuhi kejutan. Karena sifat naga yang dinamis, naik turun, berlenggak-lenggok dalam gerakannya, bahkan tak jarang juga melompat-lompat.
“Naga juga mempunyai karakter yang kuat dan berkharisma,” tegas Liem, Jumat (9/2).
Ia menjelaskan, tahun Baru Imlek yang dirayakan hari ini juga akan penuh harapan. Terutama bagi sosok pemimpin baru yang akan memimpin negeri ini.
“Harapan baru itu semoga bisa ditularkan dengan positif kepada seluruh rakyat negeri ini,” lanjut pemuka agama Konghucu dari Kelenteng Boen Bio, Kapasan, Surabaya itu.
Lebih jauh ia menjelaskan, tahun kayu merupakan simbol keberuntungan langit yang diterjemahkan seperti pohon.
Dengan harapan ada tanah dan pohon yang tumbuh berkembang, dengan catatan terdapat air. Karena air sendiri sifatnya pengetahuan, jasa dan kehidupan yang mengalir.
”Sinkron dengan kehidupan naga yang dinamis ke atas, punya karakter yang kuat dan kharisma, tapi dia bisa turun ke bawah dengan rendah hati. Artinya meski berada di atas tetap di bawah, gak boleh sombong,” jelas Liem.
Naga jika tidak bisa turun ke bawah maka akan habis. Itulah menurut Liem ciri khas karakter naga kayu.
Ia mengungkapkan, naga merupakan pemimpin seluruh hewan. Pada pribadi manusia, paling tidak harus bisa menguasai segala hal. Dengan cara menggali potensi diri.
”Tanah akan mempunyai nilai tambah maka kita harus menggalinya. Jika tidak menggalinya, maka pribadi manusia tidak bisa survive di tahun naga ini,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa sosok naga bukan seorang perusak. Karena gerakan yang dinamis sehingga perlu bersahabat dengan alam.
”Ada katakata bijak di dalam Kitab Perubahan bahwa Tuhan lagi bergerak membangun, sang bijak tiada henti memacu diri. Mengatasi perubahan tadi yang dimana naga selalu naik dan turun. Dan naga penuh kejutan juga. Kalau kita gak siap ya tergilas,” tegasnya.
Di tahun Naga Kayu, Liem mengingatkan akan banyak kejutan yang tidak terduga. Apalagi dalam situasi negara menjelang pergantian pemimpin. Kemunculan pemimpin baru akan sedikit membawa kehebohan karena termasuk kejutan.
Pada pemilu 14 Februari dari hasil perhitungannya, di bulan Februari mempunyai shio macan dan tahun Baru Imlek mempunyai sifat tahun naga kayu. Sehingga antara naga dan harimau mempunyai sifat yang sinkron.
”Tahun kemarin shio kelinci bahasa simbolnya kecerdikan, pintar, kepandaian, kelincahan. Sekarang lebih menunjukkan jati diri berkarakter karena gerak dinamis ke atas dan ke bawah,” ungkapnya.
Selain itu untuk kesejahteraan, di tahun naga ini juga harus disertai dengan kerja keras setiap orang. Inovasi menjadi penting. Sehingga kesejahteraan akan terus mengiringi. Liem juga menyebut Tahun Naga Kayu akan muncul pemimpin yang sangat luar biasa di dunia.
”Kesejahteraan tergantung dari manusianya. Termasuk juga keamanan dan ketertiban, jangan sampai mudah terprovokasi. Karena itu tergantung dari masyarakat juga,” tuturnya.
Kondisi alam juga menurutnya harus diwaspadai karena gerakan naga yang dinamis, akan mempengaruhi alam semesta.
”Bencana masih ada dan harus diwaspadai. Tapi mudah-mudahan bisa berhenti di tahun ini saja,” terangnya.
Munculnya penyakit di tahun Naga Kayu, menurut Liem, tidak begitu mengkhawatirkan tapi tetap perlu diwaspadai. Setelah di tahun Naga Kayu, tahun depan merupakan tahun ular, artinya kondisi lebih tenang daripada di tahun naga.
“Ular merupakan rakyat dari naga. Setelah tahun naga yang panas dengan dinamisnya kondisi. Kemudian di tahun berikutnya akan landai. Saatnya mensejahterakan rakyat dan tentunya lebih dingin,” terang Liem. (rmt/opi)
Editor : Jay Wijayanto