SURABAYA – Pemkot Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Tahun ini, ratusan gedung SD dan SMP negeri se-Surabaya direvitalisasi. Dinas Pendidikan (Dispendik) sudah memulai program revitalisasi tersebut.
Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, sebanyak 155 SD dan SMP negeri akan diperbaiki. Langkah itu mulai berjalan Februari ini. Prosesnya akan bertahap. “Alhamdulillah, sudah ada yang mulai berjalan di beberapa sekolah,” ujar Yusuf Masruh, Kamis (8/2).
Program revitalisasi itu cukup penting. Pasalnya, masih ada temuan sejumlah sekolah menerapkan dua sif. Artinya, sebagian kelas masuk pagi dan sisanya terpaksa masuk siang. “Kami akan tambah ruang kelas,” ucap Yusuf.
Penambahan ruang kelas baru itu dinilai langkah tepat untuk menjawab kondisi tersebut. Rencananya, ada 49 ruang kelas baru. Sasarannya pada tujuh sekolah.
“Perbaikan dan penambahan ruang kelas dilakukan agar tidak ada lagi sekolah yang masuk dua sif karena keterbatasan ruang kelas,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, perbaikan sekolah itu merupakan usulan pihak sekolah. Sehingga, jenis kebutuhan revitalisasi berbeda tiap sekolah. Misalnya, perbaikan atap dan lantai.
“Mulai atap dan lantai yang rusak hingga revitalisasi ruang kelas. Kami berharap perbaikan ini bisa rampung sesuai jadwal,” terangnya.
Yusuf menuturkan, program tersebut menjadi prioritasnya tahun ini. Kendati tahun lalu pihaknya sudah melakukan revitalisasi, tapi belum masif. Tahun ini, dia menargetkan perbaikan seluruh sekolah rampung.
“Saat ini contohnya SDN Jemur Wonosari 1, proses sudah jalan. Harapannya, seluruh pengerjaan ditargetkan selesai tahun ini agar bisa segera dimanfaatkan para siswa dan guru,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Jemur Wonosari 1 Sunyoto membenarkan gedung sekolahnya tengah diperbaiki. Pihaknya mengusulkan sejumlah revitalisasi. Misalnya, ruang belajar terbuka.
“Rencana dibuatkan ruang belajar terbuka. Tepatnya di area bekas perpustakaan dan musala. Jadi, nanti bisa dimanfaatkan untuk kegiatan Pramuka,” tuturnya.
Dia menyampaikan, perbaikan itu diperlukan karena tahun ini SDN Jemur Wonosari 1 mengikuti Adiwiyata tingkat nasional.
Selain itu, ruang belajar terbuka bisa dimanfaatkan siswa untuk kegiatan ekstrakurikuler. Tim satgas dispendik juga sudah turun mengukur lokasi.
“Semoga perbaikan nanti bisa berdampak pada kegiatan sekolah bisa lebih baik,” pungkasnya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto