Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Dia Faktor Penyebab Masih Munculnya Genangan di Surabaya jika Hujan Intensitas Tinggi

Jay Wijayanto • Kamis, 8 Februari 2024 | 02:07 WIB
TERPUTUS: Sejumlah pengendara motor nekat menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Tambak Oso Wilangun, Surabaya, meskipun ada beberapa yang mendorong motornya karena mogok, Selasa (6/2).
TERPUTUS: Sejumlah pengendara motor nekat menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Tambak Oso Wilangun, Surabaya, meskipun ada beberapa yang mendorong motornya karena mogok, Selasa (6/2).

SURABAYA – Hujan dengan intensitas cukup tinggi di Surabaya beberapa hari ini telah menyebabkan beberapa kawasan tergenang sehingga cukup mengganggu lalu lintas dan kehidupan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan timbulnya genangan di Surabaya khususnya di kawasan pinggiran.

Antara lain karena tumpukan sampah hingga belum tersedianya saluran dan rumah pompa yang memadai.

Selain itu karena adanya hambatan berupa penyempitan saluran akibat pembuatan akses jalan untuk persil.

"Ada beberapa kendala berbeda di tiap lokasi genangan. Seperti kapasitas pompa dan saluran yang tidak bisa menampung hujan yang terjadi selama 6 jam dari pukul 17.30-24.00 WIB," ungkap Syamsul di laman Pemkot Surabaya, Selasa (6/2).

Ia lantas menyebutkan beberapa kawasan yang terdapat genangan akibat hujan deras pada Senin (5/2) lalu di antaranya Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun.

"Sementara di kawasan Tambak Osowilangun yang merupakan kewenangan stakeholder, genangan terjadi karena belum ada saluran dan pompa yang memadai," ujarnya.

Sampah yang banyak menumpuk dan menghambat aliran air masuk ke rumah pompa juga menjadi faktor terjadinya genangan.

Selain itu juga ada faktor lain seperti kerusakan beberapa perangkat pompa dan pintu air akibat tingginya frekuensi pemakaian.

"Kemudian faktor lain adalah koneksitas antar saluran yang belum memadai, dan belum selesainya konversi dari saluran irigasi menjadi drainase," bebernya.

Syamsul menyampaikan, pihaknya telah melakukan tindakan cepat untuk mengatasi hal tersebut.

Antara lain dengan mendatangkan mobil pompa beserta tim Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) agar genangan yang terjadi cepat surut.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Segini, Pemkot Targetkan Surabaya Bebas Banjir pada 2027

Untuk penanganan jangka panjang, ia mengatakan pihaknya akan membuat daftar prioritas penyebab genangan.

"Perencanaan penanganan genangan dengan pembangunan sarana prasarana drainase ini sesuai kajian teknis dan ketersediaan anggaran," paparnya.

Syamsul juga menjelaskan bahwa di tahun ini, Pemkot Surabaya terlah memprioritaskan pembangunan saluran di beberapa kawasan di Surabaya.

Kepala DSDABM tersebut juga menuturkan bahwa akan memastikan pihaknya bersama Pemkot akan terus melakukan upaya untuk mencegah dan mengatasi genangan.

Beberapa upaya yang dilakukan yakni dengan memastikan kondisi saluran berfungsi dengan normal serta menormalisasi saluran dan sungai.

"Kami juga memastikan fungsi pompa bisa berjalan dengan baik. Kami menyiapkan mobil pompa yang berjumlah 2 unit untuk gerak cepat penanganan genangan,” ungkapnya.

“Kami membentuk Tim Satgas URC yang langsung menindaklanjuti segala hal dalam penanganan genangan dengan didukung alat berat dan perlengkapan lainnya," tambah dia. (jpc/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#surabaya #dinas sumber daya air #DSDABM Surabaya #hujan