RADAR SURABAYA - Kota Pahlawan diguyur hujan semalaman pada Senin (5/2) malam hingga Selasa (6/2) dini hari.
Akibatnya air menggenang di sejumlah titik di Kota Surabaya.
Tak hanya itu, air yang tak kunjung surut hingga Selasa pagi membuat kemacetan panjang.
Kawasan Margomulyo dan Branjangan terendam banjir kemarin pagi.
Hal itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi.
Ketinggian air hampir separuh ban motor.
Pengendara terpaksa harus mengurangi kecepatan di sepanjang ruas jalan ini.
Akibatnya antrean kendaraan mengular.
Kemacetan tersebut terjadi di sejumlah titik yang berada di jalur Gresik menuju Surabaya dan sebaliknya.
Baik yang melalui tol maupun Tambak Osowilangun.
Selain itu, salah satu titik kemacetan juga berada di Jembatan Branjangan.
Kanit Lantas Polsek Tandes Ipda Erol H. Langie menjelaskan, titik kemacetan panjang tersebut juga terjadi di wilayah Margomulyo.
Penyebab utamanya adalah genangan air sisa semalam.
Kondisinya cenderung padat hingga berhenti.
“Arus di Margomulyo arah Tandes atau Benowo cukup padat dan cenderung berhenti. Untuk yang sisi barat sudah mulai bergerak meski merambat,” ujarnya, Selasa (6/2).
Erol mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengurai kepadatan di Margomulyo.
Caranya mengarahkan kendaraan yang hendak putar balik di u turnexit tol Tandes Timur untuk melaju ke selatan dan putar balik di Bundaran Karangpoh.
Namun, skema tersebut belum berjalan lancar karena tingginya volume lalu lintas.
"Baik di kawasan Margomulyo, Tandes, maupun Benowo. Kami dahulukan truk besar juga tidak mungkin. Motor pun berisiko karena mepet dengan truk,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSSABM) Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo menuturkan, penyebab banjir di kawasan itu lantaran daya tampung saluran yang kurang optimal.
Wilayah itu menjadi salah satu proyek pengerjaan penanggulangan genangan dan banjir tahun ini.
Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi drainase.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama karena ruas itu merupakan bagian dari jalan nasional. Kami akan berupaya untuk membantu mempercepat air segera surut," imbuhnya. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa