Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ribuan Karya Program MBKM Mahasiswa Unesa Catat Rekor Muri, Ini Alasannya

Rahmat Sudrajat • Senin, 5 Februari 2024 | 04:03 WIB
REKOR: Salah satu karya bernama conversion kit whellchair yang dihasilkan mahasiswa teknik mesin Unesa. Karya tersebut salah satu dari ribuan karya yang dihasilkan mahasiswa Unesa. (RAHMAT S/RADAR S)
REKOR: Salah satu karya bernama conversion kit whellchair yang dihasilkan mahasiswa teknik mesin Unesa. Karya tersebut salah satu dari ribuan karya yang dihasilkan mahasiswa Unesa. (RAHMAT S/RADAR S)

RADAR SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Kali ini dalam rekor terbanyak karya mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Total sebanyak 1.302 karya telah dihasilkan oleh para mahasiswa.

Bertempat di Laboratorium Merdeka Belajar Unesa, Lidah Wetan, Sabtu (3/2), perwakilan Muri menyerahkan rekor tersebut.

Capain tersebut mendapat apresiasi langsung dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek, Prof. Dr. Ir Sri Suning Kusumawardani yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Prof Sri, apa yang dilakukan dan dihasilkan Unesa bisa menjadi motivasi bagi dosen, mahasiswa dan perguruan tinggi untuk terus melakukan penguatan dalam pengelolaan dan implementasi MBKM, baik yang flagship (program kementerian) maupun MBKM Mandiri.

Ke depan, pihaknya mendorong agar MBKM Mandiri ini semakin banyak lagi.

Dia juga menyebut, tahun ini akan dikembangkan pilot project program magang di Singapura.

Yang akan terus dikembangkan dengan desain program magang internasional di lembaga-lembaga internasional seperti UNESCO, PBB dan sebagainya.

“Unesa juga telah mengembangkan Laboratorium Merdeka Belajar, tentu harapan ke depannya ini dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan MBKM Mandiri yang berkualitas dan berdampak,” kata Prof Sri.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Madlazim, mengatakan kampus bermoto Growing with Character itu berkomitmen untuk terus memaksimalkan implementasi MBKM pusat dan berinovasi lewat MBKM Mandiri yang dikelola kampus.

MBKM Mandiri tidak hanya memberikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus, tetapi juga membiasakan mahasiswa untuk mampu mandiri, memberikan kontribusi dan menghasilkan karya.

"Berbagai produk yang dihasilkan mahasiswa ini merupakan wujud dari kesungguhan, kreativitas, inovasi, dan kompetensi yang mereka dapatkan," ucapnya.

Lewat program Wirausaha Merdeka, Unesa juga mendorong pengembangan wirausahawan muda lewat berbagai program pelatihan dan pendampingan.

“Kami siapkan permodalan. Ke depan kami bekerja sama dengan BTN dan Bank Jatim untuk menyiapkan skema permodalan usaha untuk mahasiswa,” ujar Prof. Madlazim.

Andre Purwandono, perwakilan Muri menuturkan, rekor ini diberikan untuk produk MBKM terbanyak dan telah melalui tahap penilaian dan verifikasi.
Menurut Andre program tersebut mampu mendukung dan meningkatkan sumber daya manusia khususnya di perguruan tinggi.

“Muri memberikan penghargaan untuk mendukung perkembangan pendidikan tinggi yang lebih inovatif. Penghargaan Muri ini merupakan yang kesekian kalinya diraih Unesa. Semoga ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua dalam membangun SDM Indonesia lebih unggul dan inovatif,” ujar Andre.

Program MBKM Unesa periode ini diikuti ribuan mahasiswa.

Program asistensi mengajar diikuti 1.500 mahasiswa, pertukaran mahasiswa merdeka outbond diikuti 400 mahasiswa, proyek di desa sebanyak 150 mahasiswa.

Selanjutnya, program magang diikuti 1.200 mahasiswa, riset 100 mahasiswa, studi independen sebanyak 550 mahasiswa, wirausaha merdeka 50 mahasiswa, dan pertukaran mahasiswa merdeka Inbound sebanyak 61 mahasiswa.

Sementara itu salah satu karya mahasiswa teknik mesin Unesa yakni conversion kit whellchair yang merupakan kursi untuk penyandang disabilitas, menyedot perhatian.

"Kursi ini otomatis menggunakan baterai dan bisa digunakan untuk penyandang disabilitas. Apalagi Unesa merupakan kampus ramah disabilitas, jadi bisa membantu teman-teman disabilitas untuk beraktivitas sehari-hari," tutur perancang conversion kit whellchair, Zaidan Amanullah. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#mbkm #merdeka belajar #Universitas Negeri Surabaya #rekor muri