RADAR SURABAYA - Upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas masyarakat terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.
Salah satunya melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Untuk tahun ini, kegiatan yang menyasar para siswa dan civitas akademika sekolah ini ditargetkan di 20 sekolah yang tersebar di 20 kabupaten/kota.
Kegiatan SPAB BPBD Jatim ini diawali di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bangkalan, Kamis (1/2).
Untuk Kabupaten Lamongan, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertempat di SMAN 1 Kembangbahu.
Sedangkan di Kabupaten Bangkalan, SPAB difokuskan di SMAN 1 Blega.
Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda mewakili Kalaksa Gatot Soebroto membuka secara resmi pelaksanaan SPAB di Kabupaten Lamongan.
Bagi BPBD, kegiatan SPAB ini sangat penting untuk membangun kesadaran semua pihak akan penanggulangan bencana.
“Kesadaran itu, dimulai dari sadar akan potensi ancamannya, mengetahui strategi penanggulangannya hingga upaya pengurangan risikonya. Kenali ancamannya, siapkan strateginya, kurangi risikonya dan siap untuk selamat,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris BPBD Jatim juga menyerahkan secara simbolis rambu titik kumpul, jalur evakuasi, poster edukasi bencana, Majalah Tangguh dan hand sanitizer.
Selama dua hari gelaran SPAB, sejumlah materi diberikan.
Di antaranya, tentang implementasi SPAB, potensi bencana setempat dan penanggulangannya, pengenalan Mosipena, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan simulasi evakuasi darurat gempa bumi serta kebakaran.
Para siswa menyambut baik kegiatan yang digelar BPBD Jatim tersebut.
Menurut mereka, kegiatan tersebut bisa selanjutnya disampaikan ke anggota keluarga sehingga pemahaman mengenai kebencanaan menjadi meluas. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa