Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga Asemrowo Surabaya Kompak Budidaya Kepiting Soka, Hasilkan Cuan hingga Jutaan

Rahmat Sudrajat • Minggu, 28 Januari 2024 | 02:59 WIB
SUKSES BUDIDAYA: Warga RW 1 Kelurahan Tambak Sarioso, Asemrowo, Surabaya, sukses membudidayakan kepiting soka. (ANDY S/RADAR SURABAYA)
SUKSES BUDIDAYA: Warga RW 1 Kelurahan Tambak Sarioso, Asemrowo, Surabaya, sukses membudidayakan kepiting soka. (ANDY S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Budidaya kepiting soka kini digemari banyak orang.

Karena selain enak dikonsumsi, kepiting cangkang lunak itu juga bisa menghasilkan cuan.

Seperti yang dilakukan oleh warga RW 1 Kelurahan Tambak Sarioso, Asemrowo, Surabaya.

Mereka memanfaatkan gedung eks kelurahan sebagai tempat budidaya kepiting soka.

Saat ini kepiting soka yang sejak delapan bulan dibudidayakan itu sudah menghasilkan cuan.

Jumlahnya juga tak sedikit, tapi hingga belasan juta.

Usaha ini bahkan bisa menghidupi warga keluarga miskin (gamis) setempat.

Menurut Ketua RW 1 Kelurahan Tambak Sarioso, Ahmad Fatoni, budidaya kepiting soka berawal dari hasil tangkapan nelayan.

Kemudian ia bersama warga berinisiatif untuk mengembangkan kepiting soka tersebut.

Hasilnya pun kini sudah bisa dirasakan warga.

Setiap bulan ia dan para warga bisa memanen dan menjual 18 kilogram kepiting soka.

"Bulan lalu hasil panennya mencapai 18 kilogram, habis terjual," kata Fatoni, Jumat (26/1).

Pihaknya membagi hasil panen kepiting soka menjadi dua great.

Great A atau kualitas utama per kilogramnya keuntungan bisa mencapai Rp 110 ribu hingga Rp 125 ribu.

Sedangkan untuk great B per kilogram Rp 100 ribu.

"Keuntungan dalam penjualan kalau satu kilonya Rp 125 ribu hingga Rp 2 juta," tuturnya.

Fatoni mengakui budidaya kepiting soka tersebut sangat menguntungkan.

Dengan bibit instan, kepiting soka biasanya bisa panen 1-3 hari.

Sedangkan bibit mutilasi bisa panen 14-21 hari.

Meski demikian budidaya tersebut juga sangat menggantungkan pada kondisi alam.

"Jika musim penghujan seperti saat ini pembibitan hanya 15-17 kilogram. Sedangkan saat musim panas bisa 20 kilogram bibit yang kami terima dari nelayan yang merupakan warga kami juga," terangnya.

Ia mengaku selama ini pangsa pasarnya masih mendominasi di dalam kota Surabaya.

Namun beberapa kali ia juga menerima pengiriman kepiting soka ke luar kota.

"Pernah beberapa kali mengirim ke luar kota. Tapi saat ini masih dalam kota saja, rata-rata pembelinya dari instansi," ungkapnya.

Saat ini ada 125 rak yang digunakan sebagai tempat pembibitan kepiting soka.

Ke depan pihaknya berencana untuk mengembangkan budidaya udang ronggeng.

"Ke depan kami akan mengembangkan udang ronggeng, sekarang baru punya satu ekor. Namun butuh waktu 4-8 bulan untuk sampai ukuran 15 centimeter," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#gamis #budidaya #kepiting soka #warga tambak sarioso #cuan