SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan revitalisasi Kota Tua di kawasan Pabean Cantikan, Kembang Jepun, dan sekitarnya.
Salah satu tempat yang akan dibenahi oleh pemkot adalah Taman Sejarah di Jalan Rajawali, Kecamatan Krembangan.
Letak Taman Sejarah sendiri berada di kawasan Eropa, Kota Tua. Kawasan ini menyimpan banyak kisah sejarah, baik sebelum maupun pasca kemerdekaan Republik Indonesia.
Agar atmosfer sejarahnya semakin terasa, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, bakal membangun museum outdoor dan monumen mobil Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern (A.W.S) Mallaby di taman ini.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Iman Kristian mengatakan, museum dan monumen itu menjadi konten baru di Taman Sejarah.
Dia menjelaskan, mobil jenis Buick 8 yang dikendarai oleh Brigadir Jenderal Mallaby pada saat pertempuran Surabaya tahun 1945 itu, bukan sekadar dijadikan monumen, akan tetapi juga untuk mengingat sejarah pertempuran Surabaya 1945.
“Nanti kita datangkan mobil Mallaby di sana (Taman Sejarah), Ini lagi ada opsi mau modifikasi dari mobil apa atau mau beli mobil yang sama (Buick). Ini ada mobil Buick yang ditawarkan, sudah ada penawarannya,” kata Iman.
Iman mengaku, mobil buatan Amerika Serikat tersebut sangat sulit dicari. Sebab mobil yang diproduksi pada tahun 1939 itu, sangat langka keberadaanya di Indonesia.
Maka dari itu, saat ini dirinya menggandeng kontraktor dari salah satu museum kendaraan antik yang berada di kawasan Kota Batu, Jawa Timur.
“Ini kita kemarin hunting kebetulan ada vendor yang bisa modifikasi mobil. Nah, dia menawarkan beberapa mobil, saat ini masih dicarikan CSR-nya,” akunya.
Nantinya, monumen mobil itu akan dibuat semirip mungkin seperti pada saat peristiwa terbunuhnya Brigjen Mallaby di dalam mobilnya itu pada 30 Oktober 1945.
Kala itu, Jenderal A.W.S Mallaby hangus terbakar di dalam mobil Buick yang menjadi kendaraan dinasnya setelah ditembak mati dan dilempar granat oleh para pejuang arek-arek Suroboyo.
“Jadi nanti akan di-create seperti waktu Mallaby meninggal di situ,” jelasnya.
Jenazah Mallaby sendiri kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di makam para serdadu persemakmuran di Djakarta War Cemetary di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Makam ini dikelola langsung oleh Kerajaan Inggris.
Peristiwa tewasnya Mallaby inilah yang kemudian memicu pasukan Inggris mengultimatum arek-arek Suroboyo agar menyerahkan senjata namun ditolak hingga meletus perang dahsyat 10 November 1945 yang membuat Surabaya dijuluki Kota Pahlawan.
Brigjen A.W.S. Mallaby adalah komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan 6.000 pasukan yang dikirim ke Indonesia untuk melucuti persenjataan Jepang dan mengembalikan Indonesia kembali menjadi jajahan Belanda di bawah administrasi NICA (Netherlands Indies Civil Administration).
Selain monumen mobil Mallaby, Iman menjelaskan jika di Taman Sejarah juga akan didirikan ornamen papan bertuliskan: “Once And Forever, The Indonesian Republic” yang diletakkan pada sisi belakang mobil Mallaby seperti pada saat peristiwa itu terjadi tepat di depan gedung Internatio yang pernah menjadi markas tentara sekutu (AFNEI) di Surabaya.
“Terus museum outdoor-nya menjelaskan tentang kejadian-kejadian, rentetan sebelum 10 November. Mulai dari kemerdekaan sampai 10 November. Sama (kejadian) yang setelah 10 November,” paparnya.
Dia menambahkan, pembangunan Taman Sejarah sebenarnya sudah mulai dikerjakan DPRKPP sejak tahun 2023. Pengerjaanya dilakukan secara bertahap, mulai dari fasilitas taman, ornamen, hingga tempat bermain untuk anak-anak.
“Jadi ini teman-teman lagi bekerja, dibikin lebih terbuka tamannya,” pungkasnya. (hil/rak)
Editor : Jay Wijayanto