Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menjelajah Museum AL Jalesveva Jayamahe, Pelopor Museum Pintar TNI dengan Perangkat Multimedia

Jay Wijayanto • Kamis, 25 Januari 2024 | 22:56 WIB
Gedung Museum Pusat AL Jalesveva Jayamahe di Jalan Hang Tuah No. 1 Surabaya.
Gedung Museum Pusat AL Jalesveva Jayamahe di Jalan Hang Tuah No. 1 Surabaya.

SURABAYA - Museum Pusat TNI Angkatan Laut (Muspusal) Jalesveva Jayamahe di Jalan Hang Tuah No. 1, Ujung, Surabaya, resmi dibuka untuk umum atau grand opening pada 20 Januari 2024 lalu. Museum ini diresmikan oleh KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali pada 11 September 2023. 

Saat pembukaan, antrean panjang pengunjung mengular sejak dari parkiran hingga ke loket tiket. Ini tak lepas dari rasa penasaran para pengunjung yang mayoritas masyarakat umum. Sebab museum ini menjadi pelopor museum pintar milik TNI yang menerapkan teknologi canggih 4.0.

“Sebagian masyarakat masih awam dengan museum ini, mungkin karena berada di kompleks AL yang dipikir hanya untuk koleksi orang dalam. Tapi dengan grand opening kemarin, cukup membantu kami untuk pengenalan ke masyarakat luas,” kata Arief Putro Adji, educator Museum Jalesveva Jayamahe kepada Radar Surabaya, Selasa (23/1).

Berbeda dengan musem-museum lain, ruang pamer dan penyimpanan koleksi milik TNI AL ini telah mengaplikasikan teknologi modern.

Dalam upaya untuk mempertahankan relevansinya dan memperkaya pengalaman pengunjung, museum ini telah menjalani transformasi signifikan dengan memasukkan elemen teknologi modern ke dalam ruang pameran dan interaksi dengan pengunjung.

Tak hanya menampilkan artefak dan teks informatif. Sebaliknya, museum yang dikelola oleh PT Tri Boga Maharasa ini telah memasukkan teknologi canggih seperti visualisasi kapal, sensor augmented reality, dan multimedia interaktif ke dalam ruang pamer.

Ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan menyenangkan bagi pengunjung, terutama generasi muda yang lebih terbiasa dengan dunia digital.

SELAMAT DATANG: Ruang Introduction yang menjelaskan aneka koleksi di Museum Jalesveva Jayamahe yang total menyimpan 540 koleksi bersejarah.
SELAMAT DATANG: Ruang Introduction yang menjelaskan aneka koleksi di Museum Jalesveva Jayamahe yang total menyimpan 540 koleksi bersejarah.

Salah satu aspek yang mencolok dari musuem ini adalah penggunaan sensor. Di setiap pintu masuk dibekali sensor. Misalnya, anak tangga yang diberi sensor sehingga lampu akan otomatis menyala ketika berjalan di atasnya.

Pengunjung juga dapat belajar tentang sejarah dengan cara yang belum pernah dialami sebelumnya. Ruang pamer yang sebelumnya bersifat statis, kini hidup dan bergerak. Ini membawa pengunjung dalam perjalanan visual melalui era-era penting perjalanan panjang TNI Angkatan Laut mengawal negeri ini.

Di bagian gedung heritage Museum Jalesveva Jayamahe seluas 700 mter persegi dusuguhkan aneka peninggalan Angkatan Laut. Seperti senjata asli, kapal perang, peta pembagian wilayah Angkatan Laut, seragam, dan penghargaan para pahlawan Angkatan Laut.

Dalam gedung heritage ini juga ada ruang Cinema Immersive seluas 5x12 meter persegi dengan fasilitas kedap suara. Ini adalah ruangan bagi pengunjung untuk merasakan nuansa pertempuran Laut Arafuru atau Laut Aru yang melahirkan sosok pahlawan TNI AL, Yos Sudarso.  

Di ruangan dengan kapasitas 8 seat ini, pengunjung dapat merasakan seakan-akan berada di tengah lautan dengan menaiki kapal perang. Ada suara gemuruh dan sensasi ombak untuk merasakan suasana pertempuran.

Terdapat juga gedung Introduction dimana pengunjung wajib mengunjungi itu terlebih dahulu untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum keliling ke museum ini.

REAL: Ruang Immersive Cinema 5 D yang membawa pengunjung merasakan nuansa perang di Laut Arafuru.
REAL: Ruang Immersive Cinema 5 D yang membawa pengunjung merasakan nuansa perang di Laut Arafuru.

Pengunjung akan menemui layar besar pada pintu masuk ruangan yang memberi sambutan ke setiap pengunjung yang masuk ke ruangan.

Gedung Introduction berdampingan dengan gedung teater seluas 12x12 meter persegi dengan kapasitas 60 orang untuk menyaksikan pertunjukan teater di layar.

“Gedung (Introduction) ini menyediakan cukup banyak informasi yang dapat membekali pengunjung untuk mengenal apa saja yang ada di sini. Ruangan sebelah, untuk teater dengan tiket khusus untuk masuk lengkap dengan pilihan paketnya,” tutur Erlanda Putra Rudira, pemandu Gedung Introduction.

Tidak hanya itu, Museum Jalesveva Jayamahe juga memilik gedung berwujud kapal bernama KRI Raden Eddy Martadinata (REM). Di sini, pengunjung dapat merasakan seolah-olah berada di kapal sungguhan dengan desain bangunan kapal lengkap dengan perabotan dan aneka peralatan yang biasa ada di dalam kapal.

“Gedung KRI REM ini memang didedikasikan untuk Raden Eddy Martadinata, pahlawan Angkatan Laut yang berjasa pada tahung 1965. Gedung bertema kapal perang ini sebagai apresiasi untuk Kapal Republik Indonesia (KRI) pada zaman perjuangan dulu,” tutur Putro.

Pentingnya interaksi juga tercermin dalam penggunaan multimedia di musuem ini. Sebagai tambahan dari informasi yang biasanya disediakan dalam bentuk teks, pengunjung dapat menikmati tayangan multimedia yang menjelaskan sejarah dari sebuah obyek yang dipamerkan dengan menekan sebuah tombol.

INTERAKTIF: Koleksi di museum Jalesveva Jayamahe dilengkapi dengan multimedia tak sebatas teks dan artefak asli.
INTERAKTIF: Koleksi di museum Jalesveva Jayamahe dilengkapi dengan multimedia tak sebatas teks dan artefak asli.

Misalnya tentang peran pasukan katak TNI AL dalam evakuasi para jenderal di Lubang Buaya dalam tragedi pengkhiatan G-30S/PKI. Di sini ditampilkan film dokumenter singkat, interaksi melalui telpon, melihat dan mendengarkan rekaman asli dari tragedi Lubang Buaya. Ini menciptakan pengalaman yang lebih dinamis dan mendidik.

“Harapannya ada semacam interaksi pengunjung yang datang ke sini, bukan cuma melihat saja. Pengunjung bisa langsung klik tombol ketika ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang obyek yang dilihatnya, kami hanya mendampingi dan mengarahkan,” paparnya.

Selain itu, suasana di museum sengaja didesain dalam tema tertentu seperti adanya pepohonan dan bunyi khas di hutan, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi di medan sesungguhnya,” kata Arief Putro.

Langkah-langkah inovatif ini bukan hanya menjadikan Muspusal Jalesveva Jayamahe sebagai wadah penyimpanan barang bersejarah yang kaya, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi semua kalangan.

Museum ini tidak hanya menjadi pengawet warisan sejarah, tetapi juga pelaku aktif dalam menyebarkan pengetahuan dan menginspirasi semangat patriotisme di tengah masyarakat. 

Museum pintar ini diharapkan menjadi wisata edukatif bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang Angakatan Laut. No history no future. (mg1/gus/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#museum jalesveva jayamahe #museum pintar #tni al