Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tersangka Ibu yang Siksa Anak dengan Cabut Gigi dan Siram Air Panas Dalami Ilmu Pelet dan Pengasihan

Guntur Irianto • Rabu, 24 Januari 2024 | 14:51 WIB
AC, 26, warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, diamankan polisi setelah tega menganiaya anaknya.
AC, 26, warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, diamankan polisi setelah tega menganiaya anaknya.

SURABAYA - Kekejaman AC, 26, warga Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya, terhadap anak kandungnya sendiri ternyata sudah berlangsung lama.

Dia mengaku sudah menyiksa anaknya sejak dua tahun lalu. Alasannya, sebagai bentuk hukuman pada anaknya, GE, 9, karena melakukan kesalahan atau membantah perintahnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, kekerasan fisik terhadap anaknya ini dianggap sebagai bentuk didikan.

Namun, tersangka mendidik terlalu keras.

"Pengakuannya, jika anaknya melakukan kesalahan, maka harus dihukum. Korban dicakar, cabut gigi menggunakan tang, dan minum air mendidih," tuturnya.

Anehnya, sang anak malah membela ibunya di depan polisi dan mengaku itu semua karena kenakalannya. Saat diberi tahu hal itu, AC mengaku punya ilmu pengasihan.

"Menyiksa anaknya sebagai bentuk amalan yang wajib dilakukan untuk mendapat ilmu tersebut," katanya.

Bukan hanya ilmu pengasihan saja, tersangka juga mendalami ilmu pelet dan membaca kartu. Dia membantah mencabut gigi anaknya. Tang tersebut untuk menghancurkan gigi anaknya.

"Ia bilang memecahkan gigi anaknya karena sang anak makan hingga empat jam," ujar Hendro.

UNGKAP KASUS: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono membeberkan kronologi kasus penyiksaan anak oleh ibu kandungnya, Selasa (23/1).
UNGKAP KASUS: Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono membeberkan kronologi kasus penyiksaan anak oleh ibu kandungnya, Selasa (23/1).

Sementara itu, aksi menyiram air panas dilakukan lantaran sang anak menantang ibunya. Awalnya, tersangka memperingatkan anaknya jika bisa masuk neraka jika berani menantang ibu.

"Korban menyampaikan jika siksa kubur sudah menunggu dia mati. Kalau sekarang berani gak apa-apa. Tersangka kemudian bilang, kalau begitu, kamu menantang Mami. Nanti ada neraka yang sebenarnya buat kamu," ungkap Hendro mengutip kata-kata tersangka.

Tersangka selanjutnya mengikat tangan anaknya, kemudian menyiramnya dengan air panas.

"Pengakuannya, sang anak tidak disekap. Korban juga hanya diciprati air panas. Tersangka mengaku tidak tahu jika punggung korban melepuh karena (air panas) itu," ujarnya. (gun/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#dinas sosial #ibu siksa anak #Siram Anak #polrestabes surabaya