Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Sebar Posko Terpadu dan Pos Pantau di Surabaya, Ini Lokasinya

Hildan Sepka • Rabu, 24 Januari 2024 | 14:39 WIB

Photo
Photo

SURABAYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat Jawa Timur. Isinya untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Sedangkan Pemkot Surabaya sudah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya. Tujuannya mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Dia mengimbau masyarakat tak perlu khawatir.

"Karena ini memang terjadi setiap tahun. Kalau kita persiapkan dengan baik, maka akan menjadi hal yang tidak membahayakan," ujar Agus Hebi Djuniantoro, Selasa (23/1).

Hebi mengoptimalkan 18 pos pantau dan 7 posko terpadu. Keduanya beroperasi selama 24 jam. Kata dia, terdiri petugas gabungan dari pemkot untuk bersiaga di posko tersebut.

"Kita mengoptimalkan dengan delapan dinas atau perangkat daerah (PD) yang lain. Di antaranya, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) dan sebagainya," ungkapnya.

Dia menuturkan, BNPB sudah memetakan potensi bencana hidrometeorologi di Jatim. Berdasarkan hasil pengamatan BNPB, potensi bencana akan terjadi pada Januari hingga Maret. Sedangkan puncaknya diprediksi pada Februari.

"Potensi bencana hidrometeorologi itu, misalnya, aliran air sungai menjadi kencang. Kemudian angin puting beliung, pohon tumbang, cuaca ekstrem (hujan deras) dan sebagainya. Tapi ini sudah kita antisipasi," jelasnya.

Nah, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak dari potensi bencana tersebut. Hebi mengimbau warga agar tidak mandi di sungai.

Tujuannya mencegah potensi kecelakaan air. "Karena arus sungai yang seperti kelihatan tenang, tapi justru di bawah arusnya kencang," terangnya.

Selain itu, Hebi juga mengimbau para orang tua mengawasi dan mencegah anak-anak. Terutama ketika mereka bermain di dekat aliran sungai.

"Kami imbau para orang tua agar dapat mencegah anak-anaknya bermain saat hujan," tegas Hebi.

Dia pun menyampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi pengendara kendaraan. Pihaknya mengingatkan untuk selalu mengecek kondisi kendaraan. Sebab, kelayakan menjadi salah satu poin utama dalam menekan kecelakaan yang terjadi saat musim hujan.

"Kalau kondisi ban sudah tipis jadi licin, berbahaya kalau digunakan saat hujan. Selain itu, kami juga imbau warga agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan," bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat memaparkan, lokasi posko terpadu tersebar di seluruh wilayah.

Salah satunya di kawasan utara Jalan Kasuari. Dia memastikan seluruh posko dalam kondisi siaga. "Kita juga mengoptimalkan keberadaan 18 pos pantau," kata Buyung. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#BPBD Surabaya #bencana hidrometeorologi #pos terpadu #pos pantau