SURABAYA - Pemkot Surabaya kembali akan segera merombak kawasan Tempat Hiburan Pantai (THP) Kenjeran pada tahun ini. Kebijakan itu untuk menunjang kualitas wisata pesisir.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) menyiapkan dua proyek besar.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian Mahardono mengatakan, pemkot menganggarkan sekitar Rp 23 miliar. Saat ini tahapan masih menunggu proses lelang.
"Selain menunjang kualitas wisata pesisir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga nelayan sesuai komitmen Pak Wali Kota," ujarnya, Senin (22/1).
Iman memastikan, kawasan tersebut akan lebih cantik. Pihaknya menambah dan mengoptimalkan sejumlah fasilitas.
Selain itu, DRPKPP bakal memodifikasi air mancur menari yang berada di Jembatan Suroboyo dengan menambah laser show dan video mapping. “Harapannya jadi tempat destinasi baru," ucapnya.
Dia mengeklaim, video mapping di pertunjukan air mancur itu persis seperti milik Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bahkan, mirip di Singapura.
"Makanya, kita butuh area pantai itu biar orang yang datang ke situ tambah banyak,” ungkap Iman.
Rencananya, pemkot akan melakukan pengurukan lahan di kawasan Kenjeran.
Selain untuk mempercantik, juga untuk meningkatkan kesejahteraan warga nelayan di kawasan pesisir Kenjeran.
Sekaligus menjadi upaya memproteksi banjir rob. "Kita terus berkoordinasi bersama pihak terkait soal pengerjaan ini," terangnya.
Pemkot tengah mengurus proses perizinan ke Pemprov Jatim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Setelah izin keluar, pengerjaan akan bisa segera berjalan. Yaitu, pembuatan tanggul, kemudian penyedotan lumpur yang berada di kawasan tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kebijakannya itu meningkatkan penghasilan warga nelayan.
Sebelumnya, pemkot sudah memberikan intervensi berupa alat tangkap ikan dan perahu. Tapi tak hanya itu. Pemkot pun akan memberikan akses jalan untuk mempermudah nelayan ketika akan melaut.
“Ketika laut surut, maka itu (perahu nelayan, Red) tidak bisa sampai ke dermaganya. Atau, ketika mau berangkat, juga sulit, banyak lumpur yang ada di sana. Sehingga, ketika kami diskusi dengan nelayan, satu-satunya jalan adalah dibuatkan akses jalan,” papar Cak Eri.
Untuk mengatasi masalah akses tersebut, Wali Kota Eri mengusulkan kepada KKP untuk meminta izin.
Dia berencana melakukan pengerukan lumpur. Upaya tersebut sebagai akses keluar dan masuknya perahu nelayan. “Tim KKP sudah melakukan pengkajian,” sebutnya.
Cak Eri menyebutkan ada dua titik yang menjadi perhatiannya. Yakni, kawasan pesisir pantai Bulak dan Kenjeran. Dua lokasi itu cukup parah saat air surut.
"Karena ini akan memberikan kesejahteraan untuk nelayan di Kota Surabaya. Karena memang kalau surut kan nemen (parah, Red),” katanya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto