Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RPH Pegirian Bakal Dikosongkan untuk Direlokasi ke Osowilangun, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya

Hildan Sepka • Selasa, 23 Januari 2024 | 14:21 WIB
AKAN DIPINDAH: Sejumlah sapi siap potong di RPH Pegirian.
AKAN DIPINDAH: Sejumlah sapi siap potong di RPH Pegirian.

SURABAYA - Pemkot Surabaya akan merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian. Seluruh operasionalnya akan dipindah ke tempat yang baru.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) tengah mengebut pembangunan.

Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya Iman Krestian Mahardono mengatakan, pemkot menyertakan modal ke PD RPH.

Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 17 miliar. Dana tersebut untuk pembangunan rumah potong sapi dan unggas.

"Jadi, anggaran Rp 15 miliar RPH sapi dan Rp 2 miliar untuk unggas," ujar Iman Krestian, Senin (22/1).

Dia menjelaskan, lokasinya berada di kawasan Tambak Osowilangun. Luasnya sekitar 1,2 hektare.

Saat ini pengerjaan terus berjalan. "Persisnya di belakang kantor Kelurahan Tambak Osowilangun. Saat ini sudah terbangun satu bangunan induk," ungkap Iman.

Menurut dia, kebijakan itu sekaligus sebagai salah satu upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Nyamplungan. Targetnya RPH Pegirian harus kosong.

"Nanti mereka dipindah ke sana, tapi kita siapkan dulu tempat relokasinya," ucapnya.

Iman menjelaskan, saat ini, RPH Tambak Osowilangun dalam tahap lelang. Dia optimistis proses itu rampung pada Mei. Sehingga, pada Agustus proses relokasi sudah bisa berjalan.

"Nanti kawasan Ampel klir dari pemotongan karena konsentrasinya untuk tempat wisata religi. Proyeksinya bekas RPH nanti dibuat lokasi parkir pengunjung," paparnya.

Iman menyampaikan, tahap pembangunan gedung induk sudah menelan anggaran Rp 8 miliar. Pengerjaan dimulai sejak tahun lalu.

Sedangkan, penyertaan modal sekitar Rp 15 miliar tahun ini untuk pembangunan kandang, peralatan, kantor pengelola.

"Tujuannya untuk menjaga kualitas produk serta kebersihan lingkungan dan juga aspek halal dari produk unggas atau ternak lainnya," tuturnya.

RPH baru tersebut mengusung nuansa yang lebih segar. Konsepnya semimodern sesuai permintaan PD RPH.

Iman menyebutkan, mereka tidak ingin terlalu modern lantaran masih mempertahankan peran jagal. "Pihak RPH tidak mau," sebutnya.

Menurut dia, kehadiran RPH baru akan menstimulus perekonomian warga setempat. Sebab, PD RPH berkomitmen untuk memfasilitasi jagal yang ada di kawasan tersebut. Sehingga praktiknya seperti padat karya.

“Kalau terlalu modern nanti enggak padat karya jadinya, kan bisa kalau pakai mesin semua. Mereka tetap memfasilitasi jagal-jagal yang ada di sana. Tetap mempertahankan kearifan lokal,” beber Iman.

Sementara itu, pihaknya akan membangun rumah potong unggas. Tapi lokasinya berbeda.

Proyeksi lokasinya berada di Jalan Raya Jeruk atau di sekitar Banjar Sugihan. RPH unggas itu untuk mengurangi praktik pemotongan di pasar-pasar.

“Rencananya nyebar di beberapa lokasi, tapi ini yang prioritas di Jalan Jeruk. Rumah potong unggas ini untuk seribu ekor butuh luas lahan 2.000 meter persegi. Rencana tahun ini dibangun, lebih sederhana tidak semasif babi atau sapi,” urainya.

Iman mengatakan, anggaran pembangunan tersebut dari APBD Kota Surabaya.

Dana itu dikelola pemkot untuk membangun RPH baru. Sehingga, bentuk penyertaan modal akan berwujud bangunan. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan #DPRKPP Surabaya #pemkot surabaya #rumah potong hewan #RPH Pegirian