Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Manfaatkan Lahan Sempit di Kos-kosan Dupak Baru Surabaya untuk Budidaya Lobster Red Claw, Penghasilan Mahasiswa Semester VII Ini Bikin Kaget

Rahmat Sudrajat • Minggu, 21 Januari 2024 | 02:56 WIB
INOVASI: Di lahan terbatas di tempat kos, Rei Albani berhasil membudidayakan lobster air tawar jenis red claw. (RAHMAT S/RADAR SURABAYA)
INOVASI: Di lahan terbatas di tempat kos, Rei Albani berhasil membudidayakan lobster air tawar jenis red claw. (RAHMAT S/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Di lahan yang sempit dan terbatas, lobster air tawar jenis red claw ternyata bisa dibudidayakan dengan baik.

Menariknya budidaya lobster itu dilakukan di lantai tiga sebuah kos-kosan di kawasan Dupak Baru, Surabaya.

Berawal dari tahun 2021 melalui peluang usaha di media sosial, Rei Albani yang merupakan mahasiswa salah satu universitas di Surabaya itu tertarik membudidayakan lobster.

Budidaya lobster melalui pembibit benih lobster akhirnya berhasil hingga saat ini.

Bahkan ia telah mengirimkan bibit lobster tersebut sampai ke Bali dan Jawa Barat.

"Saya fokusnya ke pembibitan kemudian dikirim kepada petani lobster, pangsa pasar banyak di Bali dan sekitaran Jawa Barat," kata Rei, Sabtu (20/1).

Ia mengaku memilih budidaya lobster di tempat kos-kosan yang ia diami karena lahannya yang terbatas.

Apalagi kos-kosannya tersebut berada di perkotaan.

"Ya inilah tantangannya, di lahan yang sempit bisa berinovasi menjadi lahan yang inovasi dan efektif sehingga lebih berproduktif," ungkapnya.

Lobster air tawar red claw atau dengan nama latin cherax quadricarinatus sudah dihasilkan Rei sekali panen mencapai ribuan benih.

Bahkan Rei mengaku sudah mendapatkan puluhan juta dari hasil budidaya lobster red claw.

"Harga satu set (4 jantan, 6 betina, Red) dengan ukuran 3 inci atau sekitar 8 centimeter Rp 150 ribu. Sedangkan yang agak besar dengan ukuran 5 inci atau 18 centimeter Rp 500 ribu," tutur mahasiswa semester VII itu.

Ia mengaku sekali panen setiap bulan menghasilkan seribu ekor dengan penghasilan bersih Rp 1 juta.

Ada lima kolam dengan ukuran sedang hingga kecil untuk pembibitan.

"Adanya filterasi dalam ikan lobster membuat kualitas air membaik sehingga yang hasil yang didapat juga baik," imbuhnya.

Bahkan saat ditemui lobster miliknya sudah mulai mengeluarkan telur.

Satu lobster kecil terlihat ada puluhan.

Sekali menegaskan ada 100-600 ekor telur dalam satu indukan dengan ukuran 1 inci.

"Kolamnya kita bedakan, untuk pembuahan sendiri, untuk yang anakan hingga untuk lobster yang sudah besar. Untuk makannya sangat mudah karena lobster merupakan omnivora (pemakan segalnya) jadi bisa diberi kacang ijo, taoge, wortel dan pelet," tutur pria 21 tahun yang kuliah di jurusan menejemen bisnis itu.

Selama membudidayakan lobster tersebut, ia mengaku banyak petani lobster yang memilih Lebih banyak membeli benih daripada lobster yang sudah jadi untuk dikonsumsi. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#mahasiswa #budidaya #kos-kosan #inovasi #lobster