SURABAYA - Pemkot Surabaya menargetkan pelaksaan Sub Pekan Imunisasi Polio (PIN) tuntas dalam sehari. Praktiknya semangat itu belum bisa tercapai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya akan jemput bola.
Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, cakupan imunisasi polio putaran pertama yang dimulai pada Senin (15/1) positif. Totalnya sekitar 96,88 persen.
Pihaknya optimistis akan melengkapi sasaran sebelum putaran pertama pada Minggu (21/1).
“Capaian Kota Surabaya dalam rangka pelaksanaan Sub PIN Polio hingga tanggal 18 Januari, 318.929 anak dari total 329.616 anak," ujar Nanik Sukristina, Jumat (19/1).
Nanik menyebutkan, sasaran yang belum dilakukan vaksinasi polio sekitar 10.687 anak. Pihaknya meminta tiap puskesmas melakukan sweeping. Tujuannya jemput bola ke berbagai tempat.
“Saat ini seluruh puskesmas telah melakukan sweeping di pos-pos balai RW, sekolah, tempat-tempat umum, hingga door-to-door untuk menyisir sasaran yang kemarin sempat tertunda karena alasan tertentu,” jelasnya.
Dia menuturkan, ada beberapa orang tua yang menolak. Penolakan itu dianggap wajar terjadi di setiap kegiatan imunisasi rutin maupun insidental.
Tapi, pihaknya akan sejalan dengan komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menuntaskan seluruh sasaran dalam Sub PIN serentak saat ini.
Dia pun menyampaikan adanya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Temuan tersebut berdasarkan pelacakan oleh puskesmas. Namun, dinkes memastikan beberapa anak kembali normal beraktivitas.
“Data Kamis (18/1) kemarin ditemukan beberapa kasus KIPI setelah dilaksanakan imunisasi. Kasus KIPI tersebut telah dilakukan pelacakan oleh puskesmas dan dikonsultasikan dengan Komda KIPI Jawa Timur. Kondisi pasien kasus KIPI hingga hari ini dalam keadaan baik dan sudah beraktivitas kembali seperti biasa,” katanya. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto