SURABAYA - Lima orang cleaning service apartemen 88 Aveneu Surabaya, Jalan Raya Darmo Permai III Blok B, Surabaya, harus berurusan dengan polisi.
Mereka nekat mencuri kabel tembaga AC di apartemen tempat mereka berkerja.
Tersangka Jefri, 27, warga Simokerto; Rizki, 19, warga Jalan Bongkaran; Muhammad, 19, warga Kelurahan Jepara; Ahmmad, 19, warga Kelurahan Jepara; dan Lukas, 18, warga Jalan Wonorejo III, Tegalsari, kini dijebloskan ke ruang tahanan.
Terbongkarnya kasus pencurian kabel tembaga AC itu bermula dari laporan Kukuh Prakoso, manajemen apartemen ke Polsek Sukomanunggal, Sabtu (6/1).
Kapolsek Sukomanunggal Kompol Zainur Rofik menjelaskan, pihaknya melakukan penyelidikan dan memeriksa CCTV di lokasi.
Pelaku pencurian kabel tembaga AC ternyata petugas kebersihan apartemen. Polisi lalu mengamankan kelima tersangka ke Mapolsek Sukomanuggal, Selasa (9/1).
"Otaknya tersangka Jefri. Mereka mencuri kabel dari 14 Desember 2023 hingga 4 Januari 2024," ungkap Kompol Zainur Rofik, Kamis (18/1).
Kelima tersangka mencuri kabel dengan cara merusak dan memotong instalasi pipa refrigerant AC. Kemudian mengambil kabel tembaganya.
Tembaga tersebut lalu dijual ke pengepul barang bekas. "Per kilogram laku Rp 30 ribu. Tersangka mencuri di 200 titik sambungan AC apartemen," jelasnya.
Akibat aksi tersangka pihak apartemen mengalami kerugian senilai Rp 150 juta.
Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Jumeno Warsito menambahkan, tersangka mencuri selama dua pekan lebih saat momen libur akhir tahun.
Mereka mencuri tiap hari berturut-turut dari 14 Desember hingga 4 Januari 2024.
"Dijual di tempat barang bekas. Kabel dimasukkan tas, kadang sekali ambil lima kilogram," sebutnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Benowo itu menerangkan, tidak ada motif dendam.
Tersangka mencuri motif ekonomi dan memanfaatkan momen libur akhir tahun.
Dari tangan tersangka diamankan 10 karung kulit kabel, sebuah anak tangga, satu lembar kuitansi pembelian dan flasdisk berisi rekaman CCTV.
Tersangka Jefri mengaku nekat mencuri kabel tembaga karena butuh uang untuk makan dan senang-senang. "Uang habis untuk makan dan minum-minuman keras saat tahun baru," kata Jefri. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto