Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siapkan Anggaran Segini, Pemkot Targetkan Surabaya Bebas Banjir pada 2027

Hildan Sepka • Kamis, 18 Januari 2024 | 15:08 WIB
NORMALISASI: Pekerja menggunakan alat berat melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan Undaan, Surabaya.
NORMALISASI: Pekerja menggunakan alat berat melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan Undaan, Surabaya.

SURABAYA - Pemkot Surabaya menargetkan 2027 bebas genangan dan banjir. Tampaknya upaya itu menelan anggaran yang fantastis. Tahun ini saja, pemkot sudah mengalokasikan Rp 700 miliar untuk mengentaskan persoalan itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, alokasi dana ratusan miliar itu untuk menuntaskan persoalan utama tiap tahun yang terjadi di Kota Pahlawan. Yakni perbaikan saluran air yang ada di perkampungan.

Selain itu untuk pembangunan sejumlah rumah pompa baru, box culvert, hingga pembangunan saluran primer.

 Baca Juga: Garong Toko Kelontong di Simo Jawar Surabaya, Pelaku Juga Lakukan Hal Ini ke Pemilik Toko

Pasalnya, pemkot sudah komitmen melalui penandatanganan dengan RT/RW dan LPMK hampir di seluruh wilayah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Ada 451 titik genangan, sekarang dalam dua tahun tinggal 250 titik. Targetnya 2027 sudah tidak ada banjir. Butuh uang Rp 3,5 triliun saluran primer karena ketinggian permukaan laut lebih tinggi, butuh pompa,” ujar Cak Eri kemarin (17/1).

Besarnya kebutuhan dana untuk pengendalian banjir membuat ASN Pemkot Surabaya dituntut mengembangkan kreativitas dalam menjalankan tupoksinya.

Tujuannya agar anggaran bisa diarahkan ke penanganan banjir. Seperti perpustakaan di Balai RW tidak harus membeli buku fisik, tapi bisa mengundang pendongeng untuk membacakan buku digital.

“Masyarakat harus tahu ada skala prioritas untuk anggaran pemkot. Kami selesaikan banjir, tapi jangan lupa ada anggaran untuk menuntaskan kemiskinan dan prioritas pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menilai anggaran penanganan banjir dalam APBD Kota Surabaya sangat realistis. Sebab, Surabaya adalah kota terbesar kedua setelah Jakarta.

“Dari anggaran Rp700 miliar tersebut, kontribusi terbesar untuk pengerjaan boxculvert,” terangnya.

Baktiono menjelaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menangani banjir. Salah satu hasil konkretnya adalah peresmian Rumah Pompa Gresikan Tambaksari.

Selain itu, pemkot masih terus meneruskan pembangunan saluran hingga rumah pompa baru yang sudah direncanakan sebelumnya.

“Rumah Pompa Gresikan itu merupakan ide saya di Komisi C. Bersyukur sudah diresmikan Wali Kota Eri Cahyadi,” ungkapnya.

Baktiono menuturkan, ada beberapa solusi dalam penanganan banjir. Salah satunya adalah perbanyak pemasangan box culvert. Tujuannya untuk menampung air sementara.

"Kedua, perdalam sungai yang dahulunya berfungsi sebagai irigasi. Dan, ketiga, pembangunan rumah pompa dengan kapasitas penyedot air cukup besar,” urainya.

Ketua LPMK Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Sentot Purwanto mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya. Menurut dia, Rumah Pompa Gresikan memiliki fungsi vital. Sebab, membantu dalam mengurai aliran air hujan untuk dibuang ke sungai.

"Bulan ini ada pelaksanaan pekerjaan U-Ditch (saluran) di wilayah Kelurahan Ploso, Pacarkeling, dan Pacarkembang,” pungkasnya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#wali kota surabaya #genangan #pemkot surabaya #banjir #Eri Cahyadi