RADAR SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana merealisasikan layanan Bus Trans Jatim Koridor V Surabaya - Bangkalan tahun ini.
Sebanyak 15 bus sudah disiapkan Pemprov Jatim untuk rute ke Pulau Garam tersebut.
Jam layanan juga sudah disiapkan, yakni dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono, Rabu (17/1).
Untuk mendukung rute sepanjang 59 kilometer (km) Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, akan disediakan delapan halte di sepanjang rute yang dilalui, bolak balik.
"Program Trans Jatim ini ditujukan untuk menyediakan layanan transportasi umum yang memadai dan murah yang dapat diakses melalui aplikasi TransJatim-Ajaib, namun kami tetap menyediakan pembayaran tiket secara cash untuk mempermudah masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur yang merupakan masyarakat Bangkalan, Abdul Halim mendukung penuh adanya rencana realisasi Bus Trans Jatim Koridor V Surabaya - Bangkalan.
Dikatakannya, saat hearing pada 15 Mei 2023 lalu, dirinya mengusulkan agar Pemprov Jatim membuka layanan Koridor V Surabaya - Bangkalan.
"Jadi saat hearing, Dishub Jatim menyampaikan rencana layanan koridor IV dengan rute Terminal Bunder Gresik ke Terminal Paciran Lamongan. Nah saat itu saya menyampaikan nanti yang Koridor V Surabaya - Bangkalan. Alhamdulillah ternyata usulan saya disetujui dan direalisasikan tahun imi," katanya kepada Radar Surabaya.
Abdul Halim menambahkan, dengan adanya Bus Trans Jatim Koridor V maka bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan melalui sektor wisata.
"Bangkalan memiliki banyak destinasi wisata religi, sejarah maupun kuliner. Ada makam Syaikhona Kholil, Makam Aermata Ebu, Bukit Geger, dan juga kuliner Bangkalan. Apalagi tidak lama lagi ada peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan Islam terbesar di Indonesia," terangnya.
Halim mengaku program Gubernur Khofifah (Bus Trans Jatim) ini sangat diminati masyarakat.
"Saya pernah merasakan langsung layanan transportasi publik ini. Gak cuma aman tapi juga nyaman dan mengurangi emisi," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa