RADAR SURABAYA - Ikan mahseer saat ini menjadi tren di kalangan penikmat ikan hias.
Tampilannya yang tak begitu besar namun sangat gesit di air, menjadi daya tarik bagi penikmat hewan air ini.
Bagi penghobi ikan hias, biasanya mereka membeli mahseer berbeda jenis.
Karena ikan mahseer jenisnya ada berbagai macam, di antaranya masheer blue, golden, dan neo.
Jenis ikan predator itu harganya lumayan mahal Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
Menurut salah satu pedagang, Bagus Putra, hingga akhir tahun 2023 ikan mahseer masih banyak digandrungi peminatnya.
Karena tampilannya yang lucu dan lincah, juga gesit.
Bahkan ikan tersebut suka dengan arus deras, sehingga lebih leluasa dalam berenang.
"Akhir tahun kemarin sampai saat ini banyak peminatnya. Karena lebih mudah juga perawatnya dan jenis ikan predator," ujar Bagus, Jumat (12/1).
Bagus mengaku telah mendapatkan keuntungan puluhan juta dari pembelian penggemar ikan mahseer itu.
Ikan tersebut ada yang impor. Biasanya berasal dari China dan Thailand.
Sedangkan untuk yang mahseer lokal biasanya berasal dari Jawa Tengah.
"Kalau yang impor harganya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta sedangkan yang lokal Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu," tuturnya.
Selain mahseer, ikan yang menjadi tren yaitu ikan manfish.
Menurut Bagusm manfish juga masuk kategori ikan predator.
Ikan manfish termasuk agresif dan pemakan ikan kecil, udang serta serangga.
"Manfish juga banyak dicari orang. Jenisnya ada manfish platinum, albino dan yang berwarna hijau. Ikan tersebut dari Indonesia tapi untuk yang kaviet platinum jarang," jelasnya.
Ikan tersebut dicari orang biasanya untuk aquascape karena jenis ikan tankmate.
"Jenis ikan ini biasanya ada di Tulungagung, Bogor dan daerah lain di Indonesia," tuturnya.
Ikan predator lainnya yang banyak dicari adalah ikan pari albino yang harganya mencapai Rp 25 juta.
Keistimewaan ikan tersebut warnanya yang berbeda, genitik dan patternnya yang jarang. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa