Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Revitalisasi Total Taman Sejarah untuk Perkuat Wisata Suroboyo Kutho Lawas, Begini yang Dilakukan

Hildan Sepka • Sabtu, 13 Januari 2024 | 14:51 WIB
FASILITAS BARU: Sejumlah pekerja menggarap fasilitas baru di Taman Sejarah dekat Jembatan Merah Plaza (JMP), Jumat (12/1).
FASILITAS BARU: Sejumlah pekerja menggarap fasilitas baru di Taman Sejarah dekat Jembatan Merah Plaza (JMP), Jumat (12/1).

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus menguatkan kawasan wisata Suroboyo Kutho Lawas. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah revitalisasi Taman Sejarah.

Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya Iman Krestian Mahardono mengatakan, taman yang berdiri sejak 1748 itu tidak hanya dipercantik.

Pihaknya akan melengkapi dengan Tourist Information Center (TIC). Sehingga, pengunjung bisa mendapatkan informasi destinasi heritage lain di sekitarnya.

"Pengerjaan yang banyak itu bagian belakang. Ada beberapa ruangan nantinya," ujar Iman Krestian Mahardono, Jumat (12/1).

Dia mengatakan, ada beberapa ruangan yang dibangun.

Selain TIC, tempat tersebut diproyeksikan untuk kantor DLH hingga coffee shop atau library.

Bagian atasnya akan difungsikan sebagai dek bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana sungai. "Fokusnya saat ini memang area belakang," ucapnya.

Dia menyampaikan, dek di atas TIC disediakan dalam rangka memaksimalkan bangunan.

Terlebih, lokasinya menghadap ke arah Sungai Kalimas yang punya nilai sejarah. Akan ada kafe berkonsep outdoor.

"Nantinya juga ada kafe berkonsep outdoor di sana," terangnya.

Iman menuturkan, pihaknya sengaja memilih cat terakota. Tujuannya agar berkesan natural.

SEDANG DIKERJAKAN: Taman Sejarah yang sedang direnovasi di Jalan Rajawali, Surabaya, Jumat (12/1).
SEDANG DIKERJAKAN: Taman Sejarah yang sedang direnovasi di Jalan Rajawali, Surabaya, Jumat (12/1).

Warna itu juga dinilai menimbulkan kesan adem di mata. "Tidak cepat kotor dari sebelumnya berwarna putih," ungkapnya.

Iman menyebut setelah bagian belakang, fokus pengerjaan berpindah ke tengah.

Di antaranya, menyediakan museum yang dilengkapi puluhan monumen bergambar. Masing-masing akan menceritakan sejarah di era kolonial. "Ini nanti konsepnya outdoor juga," jelasnya.

Pihaknya akan memasang replika mobil Jenderal Mallaby. Selain itu, ada pembuatan area komersial, play ground, hingga merapikan taman. Dan, hal penting yang perlu diperhatikan adalah area parkir yang optimal.

"Nanti juga kita pasang coblestone di depan Gedung Internatio. Ini semua kan kerjaan kolaborasi, dishub, DSDABM, disbudporapar, diskopdap, DPRKPP," kata Iman.

Menurut dia, TIC memiliki fungsi penting. Yaitu sarana sosialisasi program Kutho Lawas.

Keberadaannya bisa memberikan gambaran kepada pengunjung terkait bangunan heritage di sekitarnya.

"Misalnya ada Penjara Kalisosok dan Museum De Javasche Bank. Nanti ada penjelasan informasi soal cagar budaya ini," terang Iman.

Iman menjelaskan, tujuan revitalisasi taman memang bukan hanya memperindah. Pemkot pun berupaya mengampanyekan potensi wisata heritage yang lain. Sehingga menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.

"Selain itu, untuk memudahkan menjangkau lokasi-lokasi destinasi. Rencananya akan disediakan transportasi sepeda dan becak hias," ungkapnya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#Suroboyo Kutho Lawas #wisata heritage #taman sejarah #pemkot surabaya