SURABAYA - Ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Kota Surabaya mulai melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Namun, proses pelunasan ini tidak berjalan mulus. Masih banyak yang gagal karena kendala masalah kesehatan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Surabaya Sururil Faizin mengatakan, salah satu kendala adalah data jemaah masih ada yang belum istitaah atau sehat ketika melakukan pelunasan BPIH.
Istitaah menjadi syarat pelunasan BPIH bagi calon jemaan haji, setelah dilakukan pengecekan kesehatan di puskesmas, beberapa bulan sebelumnya.
"Banyak yang gagal karena di sistem bank berita acara pemeriksaan kesehatan belum masuk. Dinkes masih proses input berita acara pemeriksaan kesehatan," kata Sururil, Rabu (10/1).
Tahun ini, CJH Surabaya mendapatkan kuota sebanyak 2.434 orang urut porsi. Ditambah 772 CJH cadangan dan 36 lansia.
Pelunasan biaya haji dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai 10 Januari hingga 12 Februari dan tahap kedua pada 5-26 Maret.
"Jadi, waktunya masih panjang. Biasanya jemaah melunasi di pertengahan atau menjelang akhir," ujar Sururil.
Dijelaskan, CJH harus melunasi biaya haji sebesar Rp 35 juta, setelah membayar setoran awal Rp 25 juta. Jemaah cukup datang ke bank syariah tempat setoran awal untuk pelunasan.
Selain lolos tes kesehatan, jemaah harus membawa bukti setoran awal, KTP, foto dan meterai untuk surat pernyataan pada tahap pelunasan.
Kabid PHU Kanwil Kemenag Jatim, Abdul Haris mengatakan, belum banyak jemaah yang melunasi BPIH karena kendala pada data istitaah. Dia berharap kendala itu bisa segera diatasi. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto