Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Program Padat Karya Pemkot Surabaya Berhasil Serap 36.194 Tenaga Kerja, Bagaimana Kelanjutannya di 2024?

Hildan Sepka • Jumat, 12 Januari 2024 | 01:13 WIB

 

BEKERJA: Warga menyelesaikan pembuatan paving di rumah padat karya di kawasan Siwalankerto. Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
BEKERJA: Warga menyelesaikan pembuatan paving di rumah padat karya di kawasan Siwalankerto. Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya menggulirkan kebijakan program padat karya tahun lalu.

Program bantuan usaha itu tampaknya berhasil menstimulus kesejahteraan masyarakat Kota Pahlawan.

Pasalnya penyerapannya sudah mencapai puluhan ribu tenaga kerja.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, sasaran program itu adalah warga miskin (gakin).

Sehingga, kebijakan itu bertujuan mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Pahlawan.

Sekaligus menuntaskan persoalan gizi buruk dan stunting yang masih tersisa.

“Jadi, jumlah warga miskin itu harus terus berkurang. Bagaimana caranya? Pemkot Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya dan stakeholder saling bersinergi untuk mengentas kemiskinan itu. Salah satunya melalui program Padat Karya ini,” ujar Cak Eri, sapaan karib Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (11/1).

Hingga sekarang, sudah banyak jenis usaha yang dilakukan melalui padat karya itu.

Di antaranya, usaha cuci mobil, laundry, menjahit, rumah produksi batik, kafe, sentra wisata kuliner dan jenis usaha lainnya.

Katanya, pemkot pun memberikan pelatihan dan mengintervensi dalam belum penyediaan alat usaha.

"Lalu akan dievaluasi secara berkala setiap bulan terkait pendapatan dan kendala yang dihadapi selama menjalankan usahanya itu. Melalui program ini, sudah ribuan warga miskin yang bisa bekerja lagi,” ucap Cak Eri.

Selama 2023, Pemkot Surabaya gencar mengoptimalkan program padat karya itu.

Respons masyarakat pun positif dengan inisiasi Cak Eri itu.

Sehingga, total penyerapan melalui padat karya mencapai 36.194 tenaga kerja.

"Ada beberapa strategi intervensi yang kita lakukan untuk warga miskin di Kota Surabaya ini," terangnya.

Cak Eri mengatakan, pemkot pun mengintervensi melalui penempatan tenaga kerja secara formal maupun informal.

Beberapa bentuk penyaluran bekerja itu adalah penyaluran bekerja pada Perangkat Daerah Pemkot Surabaya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

Selain itu, penyaluran bekerja hasil komitmen kemitraan yang dijalin oleh Perangkat Daerah dengan perusahaan yang ada di Surabaya.

"Penyaluran bekerja sesuai peluang kerja di masing-masing wilayah domisili keluarga miskin. Misalnya, menjadi petugas air isi ulang, jasa asisten rumah tangga, babysitter, hingga pengantar paket dan sebagainya. Jadi, jumlah intervensi padat karya melalui bantuan usaha dan penyaluran bekerja selama tahun 2023,” tegasnya.

Menurut Cak Eri, posisi Pemkot Surabaya sebagai fasilitator.

Yaitu bertugas untuk menunjang kegiatan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Sekaligus menaikkan taraf hidup warga.

"Dalam menjalankan program ini, saya meminta semua pihak meninggalkan ego sektoral serta harus memiliki rasa kebersamaan dan gotong royongnya, sehingga ekonomi kerakyatan Surabaya bisa terus digerakkan," beber Cak Eri.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa pada 2024, program padat karya akan terus dilanjutkan.

Katanya, banyak hal yang bisa digenjot melalui program tersebut tahun ini. Salah satunya kebutuhan daging di perhotelan.

“Jadi, nanti yang suplai daging di hotel-hotel itu ya pemkot melalui program padat karya. Makanya, warga miskin nanti harus siap bekerja yang seperti ini. Bisa pula yang pemuda-pemudanya nanti mencetak map-map pemkot dan bisa juga bikin usaha sablon, insyaallah itulah yang akan terus kita lakukan di tahun 2024,” imbuhnya. (hil/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Penyerapan #Padat Karya #wali kota surabaya #kelanjutan #Eri Cahyadi #Tenaga Kerja