Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Universitas Narotama Surabaya Buka Suara Soal Mahasiswa Pesta Miras Oplosan Berujung Kematian

Rahmat Sudrajat • Selasa, 9 Januari 2024 | 02:08 WIB

 

ILUSTRASI (DOK/JAWA POS)
ILUSTRASI (DOK/JAWA POS)

RADAR SURABAYA - Pihak Universitas Narotama Surabaya membenarkan tiga orang yang tewas usai pesta minuman keras (miras) oplosan di salah satu warung di kawasan Klampis, Sukolilo, Surabaya, Kamis malam (4/1), merupakan mahasiswanya.

Meski demikian, pihak Universitas Narotama tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut dikarena kejadian tersebut berada di luar kampus dan tidak dalam agenda kampus, baik akademik maupun non akademik.

Kabag Humas Universitas Narotama Evi Retno Wulan menjelaskan, dari tiga orang korban miras oplosan itu, hanya satu yang merupakan mahasiswa aktif.

Yakni mahasiswa atas nama OKM dari jurusan manajemen semester V.

Sedangkan satu orang adalam alumni Universitas Narotama, lulus tahun 2023 inisial RAM.

Satu orang lainnya adalah mahasiswa non aktif atau drop out (DO) Jurusan Teknik Sipil tahun 2017 inisial WAA.

"Ya bener itu mahasiswa Narotama, satu yang masih aktif, dua bukan mahasiswa kami, tapi pernah kuliah di Narotama. Karena ada yang DO dan ada yang sudah alumni," terang Evi, Senin (8/1).

Ia mengetahui kabar tersebut setelah mendapatkan informasi dari bagian kemahasiswaan yang sudah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian.

"Informasinya kejadian (pesta miras, Red) sore menjelang malam, tapi meninggalnya mereka tidak secara bersamaan," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Universitas Narotama mengaku tidak mengetahui aktivitas mahasiswa di luar kampus.

Karena aktivitas mahasiswa di luar kampus merupakan kegiatan pribadi, jadi bukan tanggung jawab dari kampus.

"Karena itu aktivitas pribadi bukan agenda kampus, baik akademik dan non akademik. Kebetulan saja identitas mereka mahasiswa Narotama," terang dosen Fakultas Hukum itu.

Meski demikian pihaknya ikut berbela sungkawa atas meninggalnya ketiga orang tersebut, meskipun itu bukan tanggung jawab Universitas Narotama.

"Ya kami turut bela sungkawa, tapi sekali lagi itu bukan tanggung jawab Narotama," tegasnya.

Sejauh ini, Evi mengaku pihak kampus sudah memberikan peringatan tegas terhadap mahasiswa yang mengkonsumsi narkoba, miras hingga hal-hal negatif lainnya.

Baik dalam bentuk perkuliahan dan sosialisasi. "Namun yang namanya pergaulan di luar kampus kita tidak bisa mengetahui masing-masing karena itu urusan pribadi," ujarnya.

Ketiga orang yang tewas, berasal dari Bojonegoro, dan dua dari Surabaya.

Mereka meninggal tidak secara bersamaan. Ada yang mendapatkan perawat di rumah sakit, lalu baru meninggal dunia.

"Untuk yang mahasiswa aktif dari Surabaya, daerah dari Surabaya, Kupang Krajan, yang DO itu dari Bojonegoro dan yang alumni dari Pondok Benowo Surabaya," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa dan alumni Universitas Narotama meregang nyawa setelah minum miras oplosan di sebuah warung dekat kampus mereka, Kamis malam (4/1).

Kematian ketiga korban tidak bersamaan. Melainkan berbeda-beda waktunya, yakni meninggal padsa Jumat dan Sabtu atau satu dan dua hari setelah menenggak miras oplosan. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Kriminal Hari Ini #UKM Musik #pesta miras #kriminal surabaya #miras oplosan #universitas narotama