Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wali Kota Cak Eri Resmikan Rumah Pompa Gersikan, tapi Surabaya Masih Punya PR 250 Area Banjir dan Genangan

Hildan Sepka • Sabtu, 6 Januari 2024 | 14:36 WIB

 

CEGAH GENANGAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Rumah Pompa Gersikan di kawasan Tambaksari, Jumat (5/1).
CEGAH GENANGAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Rumah Pompa Gersikan di kawasan Tambaksari, Jumat (5/1).

SURABAYA – Pemkot Surabaya serius menangani masalah genangan dan banjir. Prioritasnya adalah meneruskan sejumlah proyek drainase dan rumah pompa.

Awal tahun ini, Pemkot Surabaya mikan Rumah Pompa Gersikan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin langsung peresmian itu. Dia mengatakan, rumah pompa memiliki fungsi vital. Yaitu, mengurangi volume air saat terjadi genangan.

“Terutama pada wilayah perkampungan yang terdampak sekitar Karang Gayam hingga Jagiran,” ujar Cak Eri, Jumat (5/1).

Dia menegaskan, penanganan banjir harus serius. Artinya, proyek yang berjalan dari hulu ke hilir. Sehingga, tak bisa hanya mengandalkan normalisasi saluran saja.

“Karena saluran tersier di kawasan padat penduduk biasanya sulit masuk ke sungai. Tidak mungkin masuk ke sungai yang ada. Maka diperlukan rumah pompa ini,” jelasnya.

Cak Eri optimistis dengan sejumlah proyek rumah pompa yang sudah diresmikan. Terdapat sekitar enam rumah pompa baru itu ditargetkan mampu mengatasi permasalahan genangan di Kota Pahlawan. Sehingga, cita-citanya bebas banjir pada 2024 bisa terealisasi.

Cak Eri meninjau rumah pompa Gersikan yang baru diresmikan.
Cak Eri meninjau rumah pompa Gersikan yang baru diresmikan.

“Secara otomatis kalau penuh maka langsung kesedot dia (genangan air, Red),” katanya.

Dia menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu program prioritasnya di tahun 2024 ini.

Program itu terdiri pembangunan saluran air di perkampungan dan pembangunan rumah pompa.

Pemkot masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) karena ada 250 area yang menjadi target penanganan banjir.

“Anggarannya mencapai Rp 700 miliar. Target selesai Maret 2024 ini. Ada sekitar 2.000 titik di perkampungan,” sebut Eri.

Sementara itu, Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo menuturkan, Rumah Pompa Gresikan memiliki dua mesin pompa. Masing-masing untuk memompa air dan lumpur. Pengerjaannya sudah berjalan sejak akhir 2023 lalu.

“Alhamdulillah, sudah selesai tepat waktu,” tutur Windo.

LANGSUNG DIFUNGSIKAN: Petugas membersihkan sampah yang ada filter rumah pompa Gersikan.
LANGSUNG DIFUNGSIKAN: Petugas membersihkan sampah yang ada filter rumah pompa Gersikan.

Sebelumnya, proses pemasangan pipa besar sudah tuntas pada awal November lalu. Karena itu, dia bisa menyebutkan progres pengerjaan Rumah Pompa Gersikan menunjukkan progres signifikan. Tahap final adalah membersihkan area rumah pompa.

“Sampai minggu keempat sudah klir sambil kita lakukan trial mesin,” ungkapnya.

Rumah Pompa Gersikan berperan vital dalam mengatur sirkulasi air dari saluran di Jalan Gresikan, Jagiran, dan Bogem.

Termasuk menormalisasi saluran di Jalan Bronggalan II hingga Ploso Baru. Rumah Pompa Gersikan juga didukung saluran talang dari Jalan Bronggalan II. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#Wali Kota #rumah pompa gresikan #genangan #pemkot surabaya #Eri Cahyadi