SURABAYA - Pemkot Surabaya serius menggarap jalan bawah tanah (underpass) di kawasan Taman Pelangi.
Proyek pengurai kemacetan itu sudah mulai tahap awal. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya berkoordinasi lintas instansi.
Kabid Pengadaan Tanah dan Penyelenggaraan Prasarana Sarana Utilitas DPRKPP Kota Surabaya Farhan Sanjaya mengatakan, tahap awal itu adalah survei lokasi.
Tujuannya menentukan tanah milik warga. Langkah itu memastikan pemkot dalam ganti rugi pembelian.
"Nanti mekanismenya akan dibeli lewat appraisal," ujar Farhan Sanjaya, Kamis (4/1).
Farhan menjelaskan, ada beberapa pihak yang terlibat survei lokasi. Antara lain, DPRKPP, dinas sumber daya air dan bina marga (DSDABM), dan dinas lingkungan hidup (DLH). Selain itu, pihaknya menggandeng kecamatan dan kelurahan.
"Harapannya survei awal ini segera tuntas bulan ini," ucapnya.
Menurut dia, tujuan survei itu adalah menyelaraskan desain yang dibuat DSDABM dan DLH. Sebab, pada area itu terdapat taman yang dikelola DLH. Selain itu, mematikan jumlah persil yang akan dibebaskan.
"Berdasar informasi awal, total ada 22 persil yang akan dibeli pemkot. Tapi akan kami pastikan juga total luasnya berapa," ungkapnya.
Dia menuturkan, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 81 miliar. Dana itu hanya untuk pembebasan lahan. Angka itu bersumber dari APBD.
"Pengerjaan underpass didanai pemerintah pusat. Total anggarannya mencapai Rp 200 miliar," jelas Farhan.
Pembangunan underpass Taman Pelangi merupakan proyek prioritas yang dirancang pemkot untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Karena kebutuhan anggaran yang besar, pemkot meminta bantuan pemerintah pusat untuk merealisasikan proyek tersebut.
Pemkot harus menyiapkan lahan sebelum proyek itu berjalan.
"Belum tahu apakah anggaran ini (Rp 200 miliar, Red) diserahkan ke pemkot untuk dilelang dan dikerjakan atau semua murni dilakukan kementerian. Karena yang pasti Rp 81 miliar untuk pembebasan lahan itu dari APBD," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (hil/rek)
Editor : Jay Wijayanto