Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ini Dia Rute Baru Transportasi Umum yang Diusulkan Pemkot Surabaya untuk Dilewati Bus Listrik

Hildan Sepka • Jumat, 5 Januari 2024 | 15:50 WIB
CERAH: Sejak November lalu, sejumlah kendaraan listrik untuk moda trasnportasi umum sudah mulai mengaspal di jalanan Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
CERAH: Sejak November lalu, sejumlah kendaraan listrik untuk moda trasnportasi umum sudah mulai mengaspal di jalanan Kota Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya secara bertahap untuk mentransformasi energi dengan menambah kendaraan listrik.

Kendaraan listrik ini terutama diperuntukkan untuk moda transportasi umum.

Saat ini, berkaitan dengan upaya Pemkot Surabaya itu telah berlangsung tahap penyusunan kontrak.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Ali Mustofa mengatakan, proses penyusunan kontrak itu berjalan di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Totalnya akan ada 15 unit bus listrik yang bakal mengaspal di jalanan Kota Surabaya.

Ali Mustofa melanjutkan, Pemkot Surabaya terus berkoordinasi lintas instansi.

"Yang kemarin terhenti karena habis kontrak. Kemudian kami berkoordinasi termasuk Dishub, Damri, dan PT Industri Kereta Api (INKA)," ujar Ali Mustofa, Kamis (4/1).

Dia menjelaskan, pihaknya mengusulkan rute baru untuk unit baru itu.

Rute baru itu di antaranya yaitu trayek Terminal Purabaya-Kenjeran Park.

Katanya, berdasarkan tenaga ahli, kerap terjadi peningkatan volume kendaraan saat jam sibuk di Kawasan terkait.

"Utamanya di ruas Jalan MERR (Middle East Ring Road) atau Jalan Ir Soekarno," ucapnya.

Ali menyampaikan, pihaknya mengusulkan strategi dalam rute tersebut.

Salah satunya adalah berencana untuk melewatkan 15 unit baru itu melalui tol.

Tujuannya efisiensi waktu. "Tapi dari Kemenhub belum ada arahan lebih lanjut," ungkapnya.

Pemkot Surabaya, kata Ali Mustofa masih mengusulkan satu rute pada tahap awal.

Pihaknya memastikan jumlah armada baru itu cukup mengakomodasi jumlah penumpang di trayek tersebut.

Selain itu, Pemkot Surabaya menilai akan mempersingkat waktu tunggu antar bus.

"Operasional perdana masih menunggu proses kontrak yang berada di DAMRI," tuturnya.

Katanya, proses uji coba yang dilakukan selama ini sudah berjalan optimal.

Tahapan uji coba tersebut sudah rampung akhir tahun lalu.

Pihaknya menyebutkan ada sejumlah aspek pengujian.

"Tim penguji dari PT INKA. Ini harus benar-benar klir karena untuk bisa dinyatakan layak jalan," tegasnya.

Ali Mustofa menyebut, aspek utama pada bus listrik itu adalah baterai.

Sehingga komponen tersebut menjadi perhatian khusus.

Yaitu, penghitungan kapasitas baterai sampai memerlukan pengecasan ulang.

"Total ada 15 bus di Surabaya, 2 unit sebagai backup dan stand by jika unit lain trouble," paparnya.

Hasil pengujian terhadap bus listrik ini cukup memuaskan.

Menurutnya selama tahap pengujian itu tidak ada kendala berarti.

Ali Mustofa mengatakan, jarak 65 kilometer menghabiskan sekitar 40 persen.

"Itu kecepatan stabil 60 kilometer di tol, satu kali pulang pergi tidak ada kendala," urainya.

Selain itu, katanya, temperatur mesin dan baterai pun tak bermasalah.

Dia mendapatkan laporan bahwa kendala ditemukan pada penyeimbang antarsel baterai yang tidak normal.

Tapi hal itu sudah bisa teratasi saat di Pool DAMRI Jagir.

"Proses negosiasi kontrak dan harga masih alot," imbuhnya. (hil/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#bus listrik #MERR Surabaya #pemkot surabaya #Kementerian Perhubungan #transportasi massal