Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dewan Surabaya Minta Lelang Proyek Infrastruktur Dipercepat agar Pembangunan Berjalan

Hildan Sepka • Kamis, 4 Januari 2024 | 01:45 WIB
PERKETAT PENGAWASAN: Proyek RSUD Surabaya Timur senilai Rp 200 miliar menjadi salah satu proyek infrastruktur yang ditarget rampung akhir tahun ini.
PERKETAT PENGAWASAN: Proyek RSUD Surabaya Timur senilai Rp 200 miliar menjadi salah satu proyek infrastruktur yang ditarget rampung akhir tahun ini.

SURABAYA - Pemkot Surabaya terus meningkatkan infrastruktur di beberapa wilayah. Sekarang, tahapannya sudah memasuki fase lelang. Dewan mendorong percepatan proses itu.

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya mempercepat lelang proyek fisik. Harapannya agar proyek segera berjalan. Sehingga evaluasi proyek bisa berjalan sebelum akhir tahun.

"Tidak perlu menunggu adanya persoalan terlebih dahulu. Misalnya, pekerjaan kekurangan anggaran. Maka, nanti bisa diajukan ke perubahan anggaran keuangan (PAK) dengan begitu, pembangunan akan tetap berjalan dan tidak harus menunggu tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Baktiono menuturkan, pemkot pun harus memperketat pengawasan terhadap kontraktor. Itu dilakukan agar proyek tuntas 100 persen. Sehingga saat akhir tahun tidak ada lagi persoalan proyek tidak selesai.

"Laporannya selama 2023 kemarin tidak ada kontraktor yang sampai masuk daftar hitam. Tapi tetap kita minta berikan sanksi bagi yang main-main," tegasnya.

Saat ini, pemkot mulai melelang proyek infrastruktur tepat di hari pertama pergantian tahun. Tahapan pengerjaannya ditargetkan berjalan pada Februari. Pada Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Surabaya, ada puluhan proyek yang masuk lelang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan, totalnya ada 25 paket. Itu sebagian besar merupakan proyek saluran air dan pavingisasi. Pihaknya akan melanjutkan pengerjaan beberapa proyek besar tahun ini.

"Pemasangan box culvert di Jalan Babat Jerawat-Benowo misalnya. Kita akan menuntaskan pemasangan box culvert sepanjang 1,7 kilometer hingga Jembatan Raci, Benowo. Proyek ini anggarannya Rp 100 miliar," urainya.

Katanya, box culvert itu bukan sekadar tempat penampungan. Namun, juga berfungsi sebagai jalan. Pasalnya model pengerjaannya tertutup.

"Sebelumnya, pembuangan air mengarah ke barat, tapi nanti dengan selesainya box culvert, air akan dialirkan langsung ke Kali Lamong. Karena model pengerjaannya full tertutup, jadi bisa dimanfaatkan untuk jalan juga," beber Lilik.

Pembangunan saluran di Dukuh Pakis juga termasuk proyek prioritas. Itu diperlukan untuk mengantisipasi genangan. Akhir tahun lalu, kawasan itu sempat tergenang akibat hujan lebat.

"Ini sesuai target prioritas yang sebelumnya sudah direncanakan. Insya Allah semua berjalan sesuai timeline," ungkapnya.

Selain itu, proyek RSUD Surabaya Timur juga berlanjut. Pemkot menargetkan, akhir tahun ini rumah sakit tipe C itu bisa beroperasi.

Total pekerjaan yang dilelang nominalnya mencapai Rp 200 miliar. "Pekerjaan drainase masih lanjut terus. Karena banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan," imbuh Lilik. (hil/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#infrastruktur #lelang #pemkot surabaya #dprd surabaya