RADAR SURABAYA - Kiki Ananda, 28, tersangka pencuri motor yang dimassa warga Lakarsantri, Surabaya, ternyata residivis kasus serupa.
Pria asal Jalan Sidodadi X, Simokerto, Surabaya ini baru bebas dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dua bulan lalu.
Dia sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhakti Dharma Husada dan RS Bhayangkara, Surabaya.
Sebab, tersangka dimassa warga hingga tak sadarkan diri karena kepala robek dan bocor.
"Yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka dan ditahan," ujar Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar, Selasa (2/1).
Dijelaskan Akhyar, tersangka ditangkap warga saat tepergok mencuri motor Honda Scoopy nopol L 2495 MB milik karyawan minimarket Bahrul Hikam, 22, warga asal Desa Pelemagan, Blimbing, Banyuwangi di Jalan Lakarsantri, Senin malam (25/12).
Saat pelaku mencuri motor korban, dipergoki warga. Kemudian diteriaki maling dan dikejar warga.
Pelaku ditangkap warga dan dimassa hingga babak belur tak jauh dari minimarket.
"Tersangka residivis kasus curanmor. Dua bulan lalu baru keluar lembaga permasyarakatan," tegasnya.
Dalam aksinya, lanjut Akhyar, tersangka sudah tiga kali melakukan aksi pencurian motor di tiga lokasi berbeda di Surabaya.
Mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya ini menyebut masih mendalami kemungkinan TKP lain.
"Pengakuan sudah tiga kali melakukan pencurian dengan pemberatan. Masih dikembangkan mohon waktu," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang bandit pencuri motor babak belur dimassa warga di Jalan Lakarsantri depan gang Lakarsantri I, Surabaya, Senin (25/12) sekitar pukul 23.00.
Akibatnya, pelaku yang mengaku warga asal Kapasan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya.
Informasi yang dihimpun, pelaku dimassa usai tepergok mencuri motor Honda Scoopy milik H, 22, salah seorang karyawan minimarket.
Kejadian bermula saat korban dan temannya hendak menutup toko. Pintu roling door sudah ditutup.
Namun belum semua tertutup rapat. Korban dan temannya bersih-bersih di dalam toko.
Tiba-tiba datang pelaku merusak kunci setir motor korban yang diparkir di depan minimarket.
Pelaku sudah berusaha mendorong motor korban. Beruntung, saat itu aksi pelaku dipergoki teman korban.
"Terus diteriaki maling dan dikejar ke arah timur dan ditangkap warga," ujar salah satu teman korban yang enggan disebutkan namanya, Rabu (27/12).
Pelaku yang berperan eksekutor itu lalu dihajar warga menggunakan tangan kosong.
Aksi massa semakin brutal karena kebetulan di sekitar lokasi ramai warga yang melintas dan sopir taksi.
Beberapa warga kemudian mengamankan pelaku ke pos keamanan Jalan Lakarsantri I untuk menghindari amukan massa lebih besar.
Kejadian tersebut lalu dilaporkan warga ke Polsek Lakarsantri.
Salah satu warga sekitar Edi, 58, menambahkan awalnya hendak tidur.
Tiba-tiba mendengar keramaian di depan rumahnya ada maling motor dimassa puluhan warga.
"Pelaku satu orang yang dimassa. Temannya kabur bawa motor ke arah timur," ungkapnya.
Edi menyatakan, evakuasi pelaku curanmor berlangsung dramatis.
Pasalnya, saat di dalam pos keamaman, pelaku dikepung puluhan warga.
Pelaku kemudian berhasil diamankan polisi dan dimasukkan ke mobil sekitar pukul 23.30.
"Seumpama nggak diamankan di pos, mungkin pelaku mati. Pelaku ditanya polisi mengaku anak Kapasan," bebernya.
Kapolsek Lakarsantri Kompol M Akhyar saat dikonfirmasi membenarkan pelaku pencuri motor telah diamankan.
Pelaku setelah kejadian sempat dirawat di RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya. Kondisinya belum bisa dimintai keterangan.
"Saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Belum bisa diinterogasi. Mohon waktu nanti update disampaikan," tukas Akhyar. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa