SURABAYA - Empat mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya saat ini tengah mempelajari perkembangan Recorded Music yang tak luput dari kemajuan teknologi masa kini.
Keempat mahasiswa tersebut adalah M. Umar Al Faruq, M. Rezky Ramadhan, Widya Nur Sabila dan Ashifa Dhea Andrian.
Dalam proses pembelajaran ini, keempat mahasiswa dipandu oleh Dewi Sri Andika Rusmana S. I. Kom., M. Med. Kom selaku dosen pembimbing.
Di masa kini, musik termasuk sebagai salah satu hal wajib untuk bersenang-senang, meluapkan emosi, alat bantu belajar, hingga menjadi suatu cara untuk mengungkapkan perasaan kepada pujaan hati.
Tapi jauh sebelum itu, bagaimana industri musik dan cara mempopulerkannya? Inilah yang dibahas dan dipelajari oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya.
Industri musik mulai hadir di abad 19. Pada saat itu, musik masih belum terlalu dikenal, karena masyarakat masih menggunakan media tulis dan lembaran untuk menulis sebuah lagu. Pada saat itu penulis lagu lah yang paling dicari.
Setelah itu ada yang menciptakan alat-alat seperti kotak musik yang sudah dimodifikasi dengan dukungan elektronik menghasilkan musik akustik.
Lalu pada saat itu juga muncul alat musik seperti phonograph dan juga vinyl yang menggunakan piringan hitam sebagai media untuk mendengar musik.
Bukankah cukup menarik? Di zaman itu manusia mendapatkan ide untuk berlomba-lomba menciptakan alat musik yang bisa digunakan oleh musisi dengan mudah.
Sayangnya pada tahun 1920, penjualan alat musik menurun drastis dan beralih menggunakan radio. Tidak disangka sangka, dengan radio ini mulai bermunculan grup-grup musik dan orkestra yang pawai dalam memainkan suatu melodi indah, sehingga banyak peminat yang ingin mendengarkan musik dengan berbagai genre.
Hingga pada tahun 1940, meluaslah genre musik dan industri perekaman yang berafiliasi dengan jaringan radio untuk mencari musisi berbakat dan menjadi idola.
Saat itu, pembuatan satu lagu memerlukan banyak waktu dan biaya yang mahal. Mulai dari alat musik, menyewa studio, mixing instrumen dan vokal, hingga alat pendukung untuk mengubah banyak instrumen menjadi sebuah lagu yang utuh.
Namun melalui perkembangan teknologi dimana musik juga mengalami kemajuan dalam proses perekaman. Pada saat itu magnetic tape memudahkan pekerjaan para musisi dan sound engineer, karena dengan biaya yang lebih murah, suara yang dihasilkan lebih jernih.
Sekarang, hal tersebut seolah menjadi bagian dari sejarah, dimana sekarang tak perlu membawa alat musik yang berat dan banyak peralatan seperti efek gitar maupun synthesizer, dengan satu software seperti Digital Audio Workstation (DAW) yang dapat membuat musik dengan mudah tanpa perlu memiliki alat musik.
Salah satu contoh seperti “garageband” untuk mac atau apple, dan juga “fl studio” yang mudah digunakan dan didapatkan di personal computer (PC).
Seperti kita tahu, musik terdiri dari beberapa instrumen mulai dari gitar, piano atau synthesizer, drum, hingga bass untuk menjadi sebuah lagu.
Nah dengan software ini, kita tak perlu merasa risau karena tidak memiliki semua alat musik. Karena dalam software ini, kita diberi plug in untuk alat musik dan bisa mengandalkan papan ketik layaknya tuts pada piano untuk mencari nada dan mengaplikasikan pada software tersebut dan menjadi suatu karya musik.
Perkembangan software dalam perekaman musik sangat mempengaruhi para artis untuk menjajalkan karya yang mereka ingin sampaikan dan bisa kita nikmati dimana saja.
Software terkini juga tidak hanya sebagai alat membuat rekaman saja yang ditujukan untuk artis, tetapi juga sebagai alat untuk menikmati karya mereka.
Kita sebagai penikmat musik tentunya disuguhkan dengan beberapa aplikasi yang memungkinan kita untuk memutar lagu dari artis - artis kesayangan.
Beberapa aplikasi tersebut diantaranya, Spotify, Youtube Music, Apple Music, Joox, dan masih banyak lagi. Beberapa aplikasi tersebut memungkinkan kita untuk memutar lagu via streaming online secara instan dan bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja.
Tetapi apakah perkembangan teknologi membuat semua penikmat musik hanya bisa menikmati musik via digital saja? Nyatanya di zaman sekarang masih banyak masyarakat kita yang memakai alat perekam analog. Meskipun sudah digerus zaman, tetapi peminatnya masih sangat banyak. Salah satu nya adalah Radio.
Radio masih banyak digunakan baik itu di daerah perkotaan maupun pedesaan. Radio banyak digunakan untuk mendengarkan berita maupun musik dimobil maupun di desa.
Tak lupa juga dengan Vinyl. Vinyl masih banyak diperjualkan oleh beberapa artis terkenal karena Vinyl dianggap sebagai bentuk eksklusif dari karya seseorang. Dengan kualitas suara yang lebih jernih, harga jual yang tinggi, memiliki nilai seni, dan cocok sebagai barang koleksi.
Beberapa faktor tersebut yang mendorong masih maraknya artis yang menjual karyanya dalam bentuk Vinyl.
Dengan perkembangan industri perekaman musik apakah berpengaruh juga dalam perkembangan masyarakat?
Tentu saja sangat berpengaruh. Musik yang dibawa kesuluruh dunia memberikan pengaruh besar terhadap budaya dan kultur masyarakat.
Bahkan bisa saja sebuah daerah memiliki genre musik favorit karena kultur lingkungan mereka yang menyukai suatu jenis instrumen musik.
Bisa dikatakan baik dari segi industri mapunun audiens juga sangat berdampak terhadap perkembangan perekaman musik. Jadi Genre musik apa yang menemani kalian sampai sekarang? (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto