RADAR SURABAYA – Kesehatan warga Kota Surabaya menjadi salah satu prioritas pemerintahan era Wali Kota Eri Cahyadi.
Sejumlah kebijakan yang mengedepankan kesehatan warga Kota Pahlawan diambil oleh wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu.
Salah satunya adalah dibangunnya rumah sakit (RS) di kawasan Surabaya Timur.
Sesuai tempatnya, rumah sakit milik Pemkot itu diberi nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Timur.
Cak Eri telah melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan RSUD Surabaya Timur pada tanggal 5 November lalu.
RSUD Surabaya Timur dibangun dengan layanan unggulan ibu dan anak.
RSUD ini dibangun di Jalan Medokan Asri Tengah, Blok RL V, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Kalau dicermati, lokasi RSUD Surabaya Timur ini sangat strategis.
Karena berada di jalur utama Kota Surabaya di sisi timur, yakni hanya 100 meter dari akses utama Jalan Jalan Ir Soekarno atau yang lebih dikenal dengan sebutan Middle East Ring Road (MERR).
Yakni, dengan luas area sekitar 5,3 hektare, semantara untuk lahan pembangunan tahap awal ini seluas 1,7 hektare.
Pembangunan RSUD Surabaya Timur memiliki nilai kontrak Rp 494 miliar, dengan jangka waktu pelaksanaan 360 hari kalender.
Pembangunan RSUD Surabaya Timur ditargetkan rampung pada akhir September 2024.
RSUD Surabaya Timur memiliki luas bangunan sekitar 37 ribu meter persegi yang terdiri dari dua tower dan podium.
Masing-masing tower bangunan terdiri dari delapan lantai dan berkapasitas total seluruhnya 257 bed.
“Rumah Sakit Surabaya Timur, kami lebih utamakan untuk layanan ibu dan anak. Tapi tetap untuk semua penyakit juga bisa dilayani,” kata Cak Eri.
Dengan berdirinya RSUD Surabaya Timur, pemkot bisa memberikan pelayanan kesehatan lebih maksimal kepada masyarakat.
Bahkan, RSUD Surabaya Timur sekaligus melengkapi keberadaan dua rumah sakit sebelumnya, yaitu RSUD Dr M Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).
“Jadi ada pilihan di Rumah Sakit Surabaya Timur, tidak hanya terfokus di BDH dan RSUD Dr Soewandhie,” ujar dia. (hil/opi)
Editor : Nofilawati Anisa